;
 
 
  home » artikel info » Hitung-hitungan Bisnis Telur Puyuh

Hitung-hitungan Bisnis Telur Puyuh

Posting: Senin, 26 Mei 2014 - Hit 21051 - Kontributor: Agromania

Hitung-hitungan Bisnis Telur Puyuh

Hitung-hitungan Bisnis Telur Puyuh

Permintaan telur burung puyuh terus menanjak dari hari ke hari. Satu peternak bisa kebanjiran pesanan hingga 8.000 telur per hari. Itu belum termasuk permintaan bibit dan daging burung puyuh. Omzet minimal Rp 10 juta per bulan.

Telur burung puyuh menjadi kudapan primadona bagi sebagian orang. Permintaan telur binatang bernama Latin Coturnix japonica ini terus meningkat dari hari ke hari.

Akibat permintaan yang terus bertambah, Soediyono Soediro, peternak burung puyuh di Sukabumi, Jawa Barat, mengatakan, dirinya tidak pernah memiliki stok telur puyuh. Ibarat gorengan, masih di wajan sudah ada yang pesan, katanya.

Soediyono menjalani bisnis peternakan burung puyuh sejak 10 tahun lalu. Peternakan miliknya yang diberi label Campur Sari Farm memiliki sekitar 2.500 burung puyuh dengan produktivitas mencapai sekitar 80%. Total produksi telur per hari mencapai maksimal 2.000 butir.

Ia lebih banyak menjual ke pedagang eceran. Pedagang grosir tidak terlalu banyak, ujar Soediyono. Menurutnya, pedagang grosir selalu membeli dalam jumlah banyak dan memiliki kontrak yang harus dipenuhi. Karena masalah modal, ia belum bisa mengembangkan peternakan miliknya.

Soediyono menjual telur puyuh matang seharga Rp 220 per butir. Harganya lebih mahal karena memiliki kualitas yang bagus. Contoh, ukuran telurnya yang lebih besar.

Kalau telur puyuh produksi peternakan lain berisi lebih dari 100 butir per kilogram, telur produksi peternakan Soediyono hanya berisi sekitar 90 butir. Harganya tergolong stabil. Kenaikan harga terutama jika harga pakan naik, katanya.

Saban hari, setiap ekor burung puyuh memerlukan 20 gram pakan. Itu sebabnya, per bulan, Soediyono sedikitnya membutuhkan pakan hingga 1,5 ton. Dengan harga Rp 450 per kg, ia perlu Rp 675.000 untuk biaya pakan.

Hadi Santoso, peternak burung puyuh di Jombang, Jawa Timur juga kebanjiran pesanan. Sehari rata-rata ia menerima pesanan telur puyuh sekitar 3.000 butir. Kalau sedang ramai bisa mencapai 8.000 butir.

Biasanya, permintaan banyak datang dari pedagang telur. Sisanya dari konsumen rumah tangga. Tapi, Konsumen rumah tangga tidak banyak, ungkap Hadi yang memulai usaha sejak 1997.

Lantaran peternakannya hanya punya sekitar 1.000 burung puyuh, tentu Hadi tidak sanggup memenuhi permintaan tersebut. Karena itu, dia membeli telur-telur puyuh dari peternak lain.

Harga telur puyuh yang sudah matang dibanderol dengan harga Rp 170 per butir. Dalam sebulan, Hadi bisa menangguk pendapatan minimal Rp 10 juta. Saatmemulai bisnis ini, waktu itu saya berusia 19 tahun dan hanya dengan modal Rp 2 juta, ujar dia.

Selain menjual telur puyuh, Soediyono juga menjual bibit dan daging puyuh. Tapi, ia tidak melego burung puyuh yang baru berusia sehari. Jika sudah berumur satu bulan, Soediyono baru melepas seharga Rp 9.500 per ekor.

Ia beralasan, pembeli bibit burung puyuh paling banyak adalah peternak pemula, sehingga akan kesulitan memelihara di bulan pertama kalau bibitnya baru berusia satu hari. Risiko kematian saat masih kecil cukup besar. Dalam dua pekan, bibit-bibit buruh puyuh akan mulai bertelur, ujarnya.

Meski begitu, Soediyono tidak sembarangan menjual bibit burung puyuh. Dalam tempo sebulan, ia hanya menjual dua kali bibit burung yang dalam bahasa Jawa disebut gemak itu, dengan sekali angkat sekitar 500 ekor.

Jika bermaksud mengambil dagingnya, Soediyono biasanya menjual burung puyuh jantan. Bisa juga betina afkir atau betina yang berumur lebih dari dua tahun dan sudah tidak produktif bertelur lagi.

Kalau ada yang ingin beternak burung puyuh, Hadi menyarankan, para peternak pemula memilih lokasi kandang yang pas. Tempat yang paling bagus adalah yang aman dan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Selain membuat ternak lebih nyaman, juga bisa menumbuhkan tingkat produktivitas ternak dalam bertelur. (bn/kisahsukses)

SUMBER: ciputraentrepreneurship.com

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • Harga Cabai Rawit, Tomat, Bawang Bombay Naik Karena Musim Hujan

    Posting: Kamis, 12 Desember 2013 - Hit 8471 - Kontributor: Agromania

    Para ibu rumah tangga mesti bersiap-siap. Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok sayuran terpantau mulai merangkak naik memasuki musim penghujan ini.Pantauan kami, kenaikan harga paling signifikan terjadi pada cabai rawit hijau sekitar Rp 5.000 per kilogram (kg) dan bawang bombay Rp 7.000 per kg."Harga sayuran dari minggu lalu sudah mulai naik, mungkin mulai masuk musim hujan," ujar Suparmi (52), ...

  • Harga Cabe Jamu Tembus di Atas Rp 80 Ribu

    Posting: Minggu, 25 Mei 2014 - Hit 13910 - Kontributor: Agromania

    Bagi warga Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, Cabe alas menjadi komoditas yang patut diperhitungkan. Sebab, Cabe alas tersebut memiliki pasar khusus yang keuntungannya menggiurkan. Bahkan, harga Cabe bisa mencapai Rp 8 juta per kuintal.Seperti yang diungkapkan oleh Maryam, 54, warga setempat. Cabe alas tersebut saat ini banyak diburu warga desa untuk dijadikan hasil tani yang bisa ...

  • Testimoni/Saran/Harapan: Iwan Rukmana

    Posting: Minggu, 24 Mei 2015 - Hit 3067 - Kontributor: Agrosukses Business Club (ABC)

    Nama Lengkap: Iwan RukmanaTelp/Fax: 0313292xxxHP/Ponsel: 08980012xxxAlamat Lengkap: Jl. Pintu Air No 3 Surabya 60178Bidang Bisnis: PeternakanKomoditi/Produk Bisnis: DombaStatus Bisnis: Penjual & PembeliNama Perusahaan (bila ada): Pt Dian Pelita AgungJabatan (bila ada): direktur produksiAlamat Kerja/Kantor: Jl Asem Rowo SurabayaTestimoni/Saran/Harapan: "Maju terus ...

  • Ini Dia Cara Belajar Sendiri Ekspor dan Langsung Bisa

    Posting: Rabu, 1 Februari 2017 - Hit 20480 - Kontributor: Agroindo

    Globalisasi telah merambat ke segala bidang bisnis, tidak terkecuali  dunia agrobisnis. Dengan dibuatnya aturan-aturan mengenai perdagangan bebas serta  liberalisasi ekonomi membuka peluang bagi segenap pelaku sektor agrobisnis  (pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan agroindustri) untuk  meningkatkan usahanya dengan melakukan kegiatan ekspor. Sebagai ...

  • Mutu Rambutan yang Laku untuk Ekspor

    Posting: Selasa, 27 Januari 2015 - Hit 12508 - Kontributor: Agromania

    Mutu rambutan Indonesia tak kalah dengan Muangthai, Namun, tidak semua jenis rambutan bisa diekspor, Ada syarat-syarat tertentu yang diminta pihak importir.Rambutan merupakan buah khas negeri tropis. Tak heran bila ia mendapat julukan tropical fruit. Taufik, orang nomor satu di PT Multi Sarana, sebuah perusahaan pengekspor buah, malah menyebutkan bahwa seorang rekan bisnisnya di Eropa menjuluki ...

  • Daftar Permintaan (Rutin & Kontinyu) 004

    Posting: Rabu, 3 April 2019 - Hit 12107 - Kontributor: Agromania

    Cari Pemasok Lobster Kami mencari pemasok Lobster dengan jumlah 100 kilogram per minggu secara rutin. Silahkan kirimkan penawaran Anda. Menerima Bahan Baku Pupuk Kami bersedia menerima penawaran bahan baku pupuk. Bahan tersebut akan kami olah kembali untuk diekspor ke Malasya. Kami adalah penjual pupuk organiik. Cari Bibit Jamur Kami memproduksi jamur sejak 1987. Kami membutuhkan bibit jamur ...

  • Melirik Tingginya Harga Bekicot

    Posting: Kamis, 14 Mei 2015 - Hit 19925 - Kontributor: Agromania

    Di Prancis dan negara Eropa lain, bekicot dikenal sebagai escargot yang diolah menjadi hidangan lezat. Kini populasi bekicot di Eropa terancam punah karena serangan cacing pipih New Guinea. Hal ini bisa membuat harga escargot semakin mahal. Menurut The Daily Meal, para pegawai kebun raya di Normandy, Prancis baru-baru ini dikejutkan dengan keberadaan cacing pipih berwarna gelap di antara tanaman ...

  • PROFIL SUKSES: Farchan Memopulerkan Lele di Kalimantan

    Posting: Sabtu, 22 Juni 2013 - Hit 8214 - Kontributor:

    Dulu, lele sama sekali tak dilirik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Konsumen menganggap ikan itu hidup di lingkungan yang kotor. Namun, Farchan Slamet (38) bersama para petani ikan mengubah stigma itu. Sekarang, ia malah kewalahan melayani permintaan lele.Dikisahkan Farchan, lele ditolak karena konsumen jijik. Lele dikira dipelihara di tempat yang tak higienis. Sebagian masyarakat daerah ...

  • Tips Langkah-Langkah Menanam Padi Yang Baik dan Benar

    Posting: Selasa, 29 Oktober 2013 - Hit 164001 - Kontributor:

    Anda ingin budidaya tanaman padi ? coba pelajari cara menanam padi yang akan kita bahas kali ini. Banyak tahap-tahap yang perlu anda pelajari tentang membudidayakan tanaman padi.  Cara menanam padi ini terbagi ke dalam beberapa tahapam, yang dimulai dari memilih benih sampai kepemeliharaan yang berlanjut ke tahap pemanenan. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh para petani sebelum ...

  • (001) Panggilan Kepada Calon Anggota

    Posting: Jumat, 5 Juli 2013 - Hit 5743 - Kontributor:

    Daftar Nama berikut adalah Calon Anggota Agrosukses Business Club (ABC) yang telah lama mendaftar (lebih dari 1 minggu) tapi belum juga menyelesaikan urusan administrasi. Diharap segera menyelesaikannya. Harap hubungi: agrokontak@gmail.com. Terima kasih.Wilfri J. HutabaratKTP: 1271150406860003ALAMAT: Jl.Sei Sikundur No.14, Medan, Sumatra UtaraRobertus J HerbiantoroKTP: 3674032502650003ALAMAT: Jl ...