;
 
 
  home » artikel info » "Harta" Itu Bernama Kerapu

"Harta" Itu Bernama Kerapu

Posting: Kamis, 6 Juni 2013 - Hit 20647 - Kontributor:

Indonesia boleh berbangga. Kekayaan biota laut perairan kita ibarat ”surga” yang kerap membuat iri negara lain. Adalah kerapu (Epinephelinae) salah satu komoditas unggulan yang sukses diternakkan di Tanah Air dan banyak diburu negara lain.

Seorang pengusaha ikan kawakan pernah menuturkan, perairan Indonesia terpengaruh oleh dua musim subur bagi perkembangbiakan ikan-ikan laut. Hanya saja potensi itu belum diperhatikan, termasuk oleh negara.
Saat ini pasar ikan kerapu tidak terdengar gaungnya di dalam negeri sebab sebagian besar produknya ”dilarikan” ke luar negeri. Harga ikan dengan ciri tutul-tutul atau belang-belang di tubuhnya ini mencapai Rp 500.000 per kilogram.

Sebagai ilustrasi, harga ekspor kerapu bebek saat ini 50 dollar AS (sekitar Rp 465.000) per kg, kerapu macan 11 dollar AS per kg, dan kerapu lumpur 10 dollar AS per kg. Ukuran kerapu yang diekspor minimal 500 gram per ekor.

Bangun Sitepu, pembudidaya kerapu di Lampung Barat, menuturkan, ekspor kerapu ke Asia terus naik seiring tingginya minat penduduk Asia Timur mengonsumsi kerapu. Apalagi tidak banyak negara di Asia mampu membudidayakan kerapu di wilayah perairannya.

Beberapa jenis kerapu yang sukses dibudidayakan di Tanah Air meliputi kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) dan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang harga jualnya tinggi. Selain budidaya, produksi kerapu juga diperoleh dari penangkaran hasil tangkapan alam, di antaranya kerapu sunu (Plectropomus spp) dan kerapu lumpur (Epinephelus suillus).

Sitepu menuturkan, banyak pembudidaya kerapu asal Thailand, Malaysia, Hongkong, dan China membeli benih kerapu bebek dari Indonesia untuk dikembangbiakkan. Namun, upaya pemijahan itu kerap gagal.

”Sudah 10 tahun terakhir pembudidaya kerapu luar negeri membeli benih kerapu bebek untuk dibudidayakan, tetapi hasilnya sulit karena kerapu bebek dan macan ternyata lebih cocok berkembang biak di perairan Indonesia,” ujar Sitepu, yang juga Ketua Forum Komunikasi Kerapu Lampung.

Produksi kerapu di Tanah Air tersebar di sejumlah daerah. Kerapu bebek, misalnya, tersebar di Lampung, Bali, Lombok, Sumbawa, Bangka Belitung, dan Ambon. Adapun kerapu sunu yang mengandalkan hasil tangkapan alam di Sumatera.

Tingginya permintaan ekspor membuat konsumen luar negeri rela ke sentra-sentra produksi kerapu di sejumlah perairan Indonesia guna memburu ikan bernilai mahal itu.

”Berapa pun hasilnya, pasti diserap pasar. Ini membuat nilai tawar kerapu cenderung tinggi,” ujar Sitepu.

Budidaya kerapu mendorong pertumbuhan usaha pembenihan. Benih kerapu saat ini dijual rata-rata Rp 12.000-Rp 14.000 per ekor benih ukuran 6-7 cm. Namun, pasokan benih terkadang terbatas.

Di Belitung, misalnya, kebutuhan benih kerapu mencapai 10.000-15.000 ekor. Namun, terkadang para pembenih tidak mampu memasok semuanya.

Dedi Yusrifan, pembenih kerapu di Belitung, menuturkan, kegagalan pembenihan kerap dipicu oleh mutu telur yang kurang baik dan cuaca yang tidak mendukung.

Belum didukung
Kendati prospek usahanya tinggi, belum banyak orang berani terjun ke usaha ikan kerapu. Total areal budidaya kerapu secara nasional saat ini baru 84.500 hektar, hanya 2,51 persen dari potensi budidaya laut seluas 3,36 juta hektar.

Kendala budidaya itu dipicu oleh usaha kerapu yang padat modal dengan masa produksi relatif lama. Budidaya kerapu macan, misalnya, membutuhkan waktu 1 tahun 7 bulan untuk ukuran siap ekspor. Kerapu bebek mencapai 10 bulan, sedangkan penangkaran kerapu hasil tangkapan membutuhkan 10 bulan hingga 1 tahun.

Modal operasional budidaya kerapu juga tinggi. Dibutuhkan dua jenis pakan, yakni pakan berupa ikan kecil seharga Rp 2.500-3.000 per kg serta pelet Rp 55.000 per kg. Setiap KJA kerapu berisi 250 ikan membutuhkan rata-rata 3-6 kg pakan ikan setiap hari, di luar kebutuhan pelet.

Usaha kerapu yang sebagian besar dikembangkan di daerah terpencil juga terganjal pasokan listrik, transportasi, maupun minimnya pendampingan dari pemerintah. Zonasi kawasan budidaya yang belum diatur membuat lokasi budidaya kerap tumpang tindih dengan alur pelayaran ataupun terkontaminasi limbah.

Sementara itu, pembiayaan untuk sektor perikanan masih dihindari oleh perbankan. Akibatnya, kredit usaha perikanan terbelakang dengan realisasi di bawah 1 persen per tahun.

Tahun 2009 telah ada kesepakatan Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Bank Indonesia untuk meningkatkan pendampingan usaha kecil dan menengah agar memperoleh akses pembiayaan perbankan serta informasi pola pembiayaan komoditas unggulan perikanan. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil.

Andai dikelola dengan tepat, potensi kerapu akan membangkitkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Imbal balik berupa pendapatan dan devisa sudah tentu juga dinikmati negara. (BM Lukita Grahadyarini/Kompas)

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (009)

    Posting: Jumat, 14 Oktober 2016 - Hit 19354 - Kontributor: ABC (Agromania Business Club)

    Pembeli Tepung GaplekID Anggota: 0001781 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1781 Pembeli Cacing LumbricusID Anggota: 0001780 Website Profil: www.agrosukses.com/id.178 Pembeli Coconut FiberID Anggota: 0001776 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1776 Pembeli Jahe Merah, Serei wangi, Singkong DaplangID Anggota: 0001772 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1772 Pembeli SembakoID Anggota: ...

  • Produksi Kedelai-Jagung Turun, Pemerintah Genjot Impor

    Posting: Kamis, 19 Desember 2013 - Hit 6306 - Kontributor: Agromania

    Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Sasmito Hadi Wibowo mengatakan Indonesia akan banyak mengimpor jagung, kedelai, dan gandum yang memang tidak diproduksi di Indonesia. Terlebih, terdapat indikasi produksi jagung dan kedelai yang menurun pada akhir 2013.“Alasan impor adalah kebutuhan pangan yang luar biasa tinggi, sementara produksi dalam negeri kurang” ujar ...

  • FREE DOWNLOAD

    Posting: Jumat, 5 Juli 2013 - Hit 9590 - Kontributor:

    Komoditi Tanaman Pangan yang Cocok Dikembangkan di Daerah; Masa Panen Buah di Berbagai Derah di Indonesia; Peluang Investasi di Berbagai Daerah di Indonesia; Ternak yang Cocok Dikembangkan di Daerah; Peluang Wirausaha Ternak Domba;Peraturan Impor Buah;Undang2 Perikanan;Undang2 Perkebunan;Undang2 Peternakan;Revitalisasi Pertanian Melalui Perbaikan Pemasaran Hasil Pertanian;Prospek Usaha dan ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 010

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 20427 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 010Profil Sukses Agrosukses.Com (045)ID Anggota: 0000281 Alamat Lengkap: desa cermee kab.bondowoso, bondowoso, Jawa TimurNama Lengkap: wangyu prambayu Bidang Bisnis: padi,jagungWebsite Profil: agrosukses.com/id.281 Komoditi Bisnis: PertanianEmail: wangyupr..ayu@gmail.com Status Bisnis: Penjual LangsungHP/Ponsel: 0812525xx917 Nama Perusahaan: prismaJabatan: pemilik Uraian ...

  • Profil Sukses Pebisnis Agrosukses (001)

    Posting: Kamis, 6 Juni 2013 - Hit 14768 - Kontributor:

    Profil Sukses: Muhammad AbdullahEmail: xxxtact@anexaplastik.comTelp/Fax: 085327479xxxHP/Ponsel: 085327479xxxAlamat Lengkap: YogyakartaWebsite (bila ada): http://karungplastikxxxBidang Bisnis: LainnyaKomoditi/Produk Bisnis: Karung plastikArang Batok Kelapa, Arang KayuStatus Bisnis: Penjual & PembeliNama Perusahaan (bila ada):Jabatan (bila ada):Alamat Kerja/Kantor: YogyakartaProfil Sukses: ...

  • Daftar Anggota & Bisnis Terbaru (001)

    Posting: Selasa, 3 April 2018 - Hit 18872 - Kontributor: Agrosukses

    ID Anggota: 0003349Alamat Lengkap: pengasi baru, kec.bukit kerman, kab.kerinci, prov.jambi, kerinci, JambiBidang Bisnis: kulit kayu manisWeb Profil: www.agrosukses.com/id.3349Komoditi Bisnis: PerkebunanUraian Usaha: meyediakan kulit kayu manis asli kab. kerinci ID Anggota: 0003348Alamat Lengkap: Jalan bhakti, RT 004 RW 002 Gunung Batin Udik, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, Lampung ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 001

    Posting: Minggu, 23 Agustus 2015 - Hit 2840 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 001Profil Sukses Agrosukses.Com (001)ID Anggota: 0000332 Alamat Lengkap: Jl. Bekisar 24 Solo, Solo, Jawa TengahNama Lengkap: Bambang S Bidang Bisnis: Minyak Goreng Bekas, Palm Acid OilWebsite Profil: agrosukses.com/id.332 Komoditi Bisnis: PertanianEmail: cc….@gmail.com Status Bisnis: Penjual LangsungHP/Ponsel: 081216xx3754 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian Usaha: ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (002)

    Posting: Jumat, 5 Agustus 2016 - Hit 11623 - Kontributor: AGrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli Sayur, Cengkeh dllID Anggota: 0002738 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2738 Pembeli PinangID Anggota: 0002736 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2736 Pembeli BebekID Anggota: 0002727 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2727 Pembeli Kelapa Sawit, Bawang, Cabai, SayurID Anggota: 0002726 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2726 Pembeli Kopi, Coklat, Cengkeh, Telor Ayam HornID ...

  • Testimoni/Saran/Harapan

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 5364 - Kontributor: Agromania

    Testimoni/Saran/HarapanNama Lengkap: Iriani WibowoTelp/Fax: 0321-6206xxxHP/Ponsel: 081332443xxxAlamat Lengkap: Jl. Pacar 90 RT 05 RW 13 Sooko, Mojokerto - Jawa TimurBidang Bisnis: PeternakanKomoditi/Produk Bisnis: Cacing Lumbricus tigerStatus Bisnis: Penjual & PembeliNama Perusahaan (bila ada):Jabatan (bila ada):Alamat Kerja/Kantor: Jl. Pacar 90 RT 05 RW 13 Sooko, Mojokerto - Jawa ...

  • Bisnis Gula Merah, Prospeknya Semakin Manis

    Posting: Minggu, 25 Mei 2014 - Hit 19189 - Kontributor: Agromania

    Salah satu usaha mikro dan kecil yang bisa anda pilih ketika anda hendak memulai atau menambah cabang usaha, maka tidak salah ketika anda memilih produk gula merah. Lebih spesifik adalah pegembangan dari gula merah iru sendiri, yaitu gula aren bubuk. Mengapa gula aren bubuk memiliki prospek yang sangat cerah?Prospek Cerah Gula MerahSebenarnya, gula merah masih sangatlah menjadi pemanis minuman ...