;
 
 
  home » artikel info » Investasi Pohon Jabon dan Sengon

Investasi Pohon Jabon dan Sengon

Posting: Jumat, 14 Juni 2013 - Hit 22826 - Kontributor:

Investasi di sektor kehutanan makin marak. Selain sengon, jenis pohon yang sering menjadi pilihan investasi adalah jabon. Pohon jabon mirip dengan pohon jati namun mampu tumbuh lebih cepat. Kayu pohon ini konon cocok sebagai bahan baku industri kayu seperti plywood, pulp, dan juga kertas.

Salah satu perusahaan yang menawarkan investasi pohon jabon dan sengon adalah Timber Estate dari PT ASA Forestry. Timber ingin menjembatani masyarakat yang tidak mempunyai lahan.

Timber mulai menawarkan paket kerja sama sejak 2010 lalu. Ada tiga model investasi yang ditawarkan, yaitu Timber Estate Asistensi & Supervisi, Timber Estate Green Social, dan Timber Estate investasi murni.

Model pertama dengan nilai investasi Rp 15 juta sampai Rp 30 juta ditujukan untuk investor yang telah memiliki lahan. Karena itu model kerja samanya lebih kepada jasa perawatan.

Investasi model kedua menyesuaikan dengan jumlah pohon dengan harga Rp 35.000 sampai Rp 40.000 per pohon. Model ini biasanya datang dari warga desa dengan memanfaatkan lahan desa tidak produktif. Untuk perawatan dan pengelolaan dilakukan oleh empat pihak yakni masyarakat, investor, pemilik lahan, dan Timber.

Sedangkan model ketiga, investor hanya menyetorkan dana sebesar Rp 5 juta untuk luas lahan 500 m2 sampai Rp 70 juta untuk luas 1 hektare dengan 1.000 pohon sengon atau jabon. "Sedangkan seluruh pengelolaan kita yang jalankan," terang Rony Perdana Sidiq, Pemilik Timber Estate.

Rony berani menjanjikan keuntungan lumayan setelah investasi berjalan enam tahun. Rony mengklaim, tiap pohon yang dipanen akan dibeli oleh ASA Forestry. "Harganya sesuai dengan harga pasar pada saat penjualan," katanya.

Ia mengaku sudah ada 14 investor yang bergabung menjadi mitra usaha ini. Mitra ini berasal dari Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Semarang, dan Surabaya.

Rony mengklaim, setelah enam tahun, dengan investasi Rp 5 juta, hasil bersih yang bisa diperoleh investor mencapai Rp 9 juta-Rp 15 juta. Investor yang mengambil paket investasi senilai Rp 70 juta, kata Rony, akan menanggung hasil bersih antara Rp 176 juta sampai Rp 318 juta setelah enam tahun. "Ini dengan asumsi harga kayu sekarang Rp 750.000-Rp 950.000 per m3," katanya.

Hasil bersih itu berasal dari hasil penjualan pohon dikurangi dengan biaya dan bagi hasil dengan pihak lain. Bagi investor Timber Estate Asistensi & Supervisi, hasil kebun dibagi untuk pemilik lahan yang merangkap investor dengan Timber Estate.

Sedangkan untuk model Timber Estate Green Social, hasil penjualan dibagi empat pihak yakni masyarakat, investor, pemilik lahan, dan Timber Estate. Adapun hasil Timber Estate investasi murni hanya dibagi dua antara investor dengan Timber.

Rony menguraikan, dari hasil penjualan kayu, investor paling tidak harus mengeluarkan dana lagi sebesar 10% dari netto penjualan untuk model Timber Estate Asistensi & Supervisi. Untuk model Timber Estate Green Social dan Timber Estate investasi murni setoran ke perusahaan sebesar 20% dari nilai jual neto.

Dalam proses kerja sama, antara investor dengan Timber harus menandatangani lembar kesepakatan. Menurut Rony, beberapa poin itu adalah kesepakatan menitipkan modal menjadi aset berupa pohon. Selain itu juga kesepakatan imbal jasa atau management fee yang harus disetorkan investor, serta rincian bagi hasil perkebunan.


Jaminan keamanan

Semua kesepakatan akan diteken di depan notaris. Rony menjamin, investor tidak perlu takut jika ada lahan yang di klaim pihak lain. Sebab, nantinya setiap pohon dan lahan memiliki barcode dan koordinat lokasi.

Walaupun begitu, pengamat agribisnis F Rahardi meragukan jaminan keamanan investasi semacam ini. Meski seluruh kesepakatan ditandatangani di hadapan notaris, tidak akan mampu menjamin kepastian bagi investor. "Notaris tugasnya hanya mencatat tetapi tidak bisa dimintai pertanggungjawaban," tutur Rahardi.

Ia mengatakan, nanti jika terdapat hal yang merugikan, maka investor menjadi pihak yang paling lemah. Untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik tanah yang diinvestasikan itu didaftarkan dulu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Jika hal tersebut tidak dilakukan, investor dalam posisi yang lemah. "Saya bukan menyatakan investasi ini tidak menjanjikan, melainkan tidak ada jaminan hukum yang valid," tandas Rahardi

Menurut Rahardi, jika investasi ditawarkan oleh perseorangan atau bukan perusahaan berbadan hukum maka tidak ada jaminan pasti bagi investor. Namun, jika investasi pohon ini ditawarkan oleh PT atau perusahaan berbadan hukum, maka sama saja dengan membeli saham. Sehingga perlu proses panjang, termasuk pendaftaran ke Direktorat Persero dan Badan Usaha Negara. (Kontan)

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • Testimoni/Saran/Harapan

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 8203 - Kontributor: Agromania

    Testimoni/Saran/HarapanNama Lengkap: Iriani WibowoTelp/Fax: 0321-6206xxxHP/Ponsel: 081332443xxxAlamat Lengkap: Jl. Pacar 90 RT 05 RW 13 Sooko, Mojokerto - Jawa TimurBidang Bisnis: PeternakanKomoditi/Produk Bisnis: Cacing Lumbricus tigerStatus Bisnis: Penjual & PembeliNama Perusahaan (bila ada):Jabatan (bila ada):Alamat Kerja/Kantor: Jl. Pacar 90 RT 05 RW 13 Sooko, Mojokerto - Jawa ...

  • Potensi Usaha Menuju Peluang Ekspor Daun Ketapang Terminalia catappa

    Posting: Rabu, 2 Juli 2025 - Hit 12553 - Kontributor: Eva Fadlia

    Pohon Ketapang memiliki nama latin Terminalia catappa. Tumbuhan ini di Indonesia mempunyai berbagai nama di tiap daerah. Contohnya, ketapang di Sulawesi Utara dikenal dengan nama Talisei, di Maluku Utara dikenal Tiliho, dan di Papua Barat dikenal nama pohon Kalis. Ketapang secara umum memiliki penyebutan dan nama khusus yang biasa digunakan dalam dunia internasional, yaitu tropical almond, ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 002

    Posting: Minggu, 23 Agustus 2015 - Hit 4476 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 002Profil Sukses Agrosukses.Com (006)ID Anggota: 0000327 Alamat Lengkap: Jl. Syafrie Rahman Kel. Koba Kec. Koba, Bangka Tengah, Kep. Bangka BelitungNama Lengkap: Hari Kusharpomo Bidang Bisnis: KelapaWebsite Profil: agrosukses.com/id.327 Komoditi Bisnis: PerkebunanEmail: cak….@gmail.com Status Bisnis: ProdusenHP/Ponsel: 08526xx81683 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian ...

  • Mengenal Bisnis Bekicot: Peluang Bisnis Menjanjikan yang Perlu Dicoba

    Posting: Senin, 8 Mei 2023 - Hit 33694 - Kontributor: Gus Cheche

    Bukan rahasia lagi bahwa dunia bekicot terus berkembang. Baik itu lendir bekicot dalam produk perawatan kulit atau makanan berbahan dasar bekicot, ada banyak peluang untuk memulai bisnis dengan makhluk unik ini. Dalam tulisan ini, kami akan membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang memulai bisnis yang berhubungan dengan bekicot. Memulai BisnisLangkah pertama untuk memulai bisnis bekicot ...

  • Belajar Sendiri Ekspor Hasil Pertanian dan Perkebunan (Paket Materi)

    Posting: Jumat, 19 Februari 2021 - Hit 60741 - Kontributor:

    Harga Paket Materi Lengkap Rp 325.000,   Masalah Dasar Mengapa petani/pekebun kita tidak kaya2 dan hidupnya begitu2 saja dari tahun ke tahun? Jawabannya: karena mereka hanya terpaku pada pasar lokal. Tidak berani melakukan ekspor sendiri. Padahal kegiatan ekspor adalah hal yang sangat mudah dan bisa dipelajari serta dilakukan oleh siapa saja. Lalu Bagaimana? Dengan PAKET MATERI ...

  • JURUS BIKIN BLOG PEMASARAN KOMODITI AGRO ANDA SELALU TAMPIL DI HALAMAN 1 GOOGLE

    Posting: Senin, 19 Februari 2024 - Hit 93335 - Kontributor: Gus Cheche

    1. Hanya menggunakan blogspot gratisan2. Menggunakan kata kunci sesuai SEO terbaru hasil riset3. TidaK membutuhkan waktu lama blog akan muncul di halaman2 utama Google CONTOH: Ketik kata kunci "Pembeli Kayu Manis" (tanpa tanda kutip) di GoogleMaka blog buatan kami (pembelipenjualkayumanis.blogspot.com) akan muncul di halaman utama Ketik kata kunci "Pembeli kacang mete" (tanpa tanda kutip) di ...

  • Standar Mutu Minyak Nilam

    Posting: Jumat, 22 Oktober 2021 - Hit 48095 - Kontributor:

    Standar Mutu Minyak NilamNo SNI: 06-2385-1998 Minyak nilam adalah minyak yang diperoleh dengan cara penyulingan uap daun tanaman. Syarat Mutu:-Warna: kuning muda sampai coklat tua-Bobot jenis 20oC/20 oC: 0.943-0.983-Indeks bias: 1.504-1.514-Kelarutan dalam etanol 20o C ± 3 oC: larutan (jernih) tau opalesensi ringan dalam perbandingan volume 1:10-Bilangan asam: maks 5.0-Bilangan ...

  • Kiat Mengembangkan Bisnis Arang Batok Kelapa di Era Digital

    Posting: Rabu, 16 Oktober 2024 - Hit 76331 - Kontributor: AMA

    Bisnis arang batok kelapa kini semakin berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan pasar akan produk ramah lingkungan. Dalam era digital, para pelaku bisnis harus pandai memanfaatkan teknologi untuk mencapai kesuksesan. Berikut ini beberapa kiat untuk mengembangkan bisnis arang batok kelapa di era digital. Anda bisa melakukannya sendiri atau silahkan bergabung di porta www.agrosukses.com. ...

  • PROFIL SUKSES: Farchan Memopulerkan Lele di Kalimantan

    Posting: Sabtu, 22 Juni 2013 - Hit 10814 - Kontributor:

    Dulu, lele sama sekali tak dilirik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Konsumen menganggap ikan itu hidup di lingkungan yang kotor. Namun, Farchan Slamet (38) bersama para petani ikan mengubah stigma itu. Sekarang, ia malah kewalahan melayani permintaan lele.Dikisahkan Farchan, lele ditolak karena konsumen jijik. Lele dikira dipelihara di tempat yang tak higienis. Sebagian masyarakat daerah ...

  • Budidaya Sapi Bali

    Posting: Kamis, 6 Juni 2013 - Hit 29129 - Kontributor:

    Tulang sapi bali terbilang kecil ketimbang sapi jenis lain, tapi memiliki persentase daging lebih tebal. Permintaan jenis sapi inipun terus meningkat. Namun pembatasan penjualan oleh Pemerintah Daerah Bali membuat sapi bali semakin sulit didapatkan.Permintaan daging sapi yang terus naik membuat bisnis penggemukan dan pembibitan sapi sangat menguntungkan. Apalagi jika sapi yang dibudidayakan ...