;
 
 
  home » artikel info » PROFIL SUKSES: Farchan Memopulerkan Lele di Kalimantan

PROFIL SUKSES: Farchan Memopulerkan Lele di Kalimantan

Posting: Sabtu, 22 Juni 2013 - Hit 8959 - Kontributor:

Dulu, lele sama sekali tak dilirik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Konsumen menganggap ikan itu hidup di lingkungan yang kotor. Namun, Farchan Slamet (38) bersama para petani ikan mengubah stigma itu. Sekarang, ia malah kewalahan melayani permintaan lele.

Dikisahkan Farchan, lele ditolak karena konsumen jijik. Lele dikira dipelihara di tempat yang tak higienis. Sebagian masyarakat daerah tertentu malah menganggap lele bukan ikan.

Farchan memelihara lele sejak tahun 2002. Namun, pandangan negatif itu membuat Farchan susah menjual lele. Ia menawarkan lele kepada penjual ikan, tapi ditolak. Farchan mengalihkan target kepada pengelola warung tenda, tapi mereka pun enggan menerima lele. ”Katanya, daging lele kenyal seperti karet. Jorok lagi. Akhirnya, saya kasih dulu lele untuk 10 warung tenda. Bayar belakangan,” ucap Farchan.

Tiap-tiap warung tenda diberi 2 kilogram (kg) lele. Itu pun hanya lima pengelola warung tenda yang setuju. ”Kalau laku, baru dilunasi. Tidak laku, tak usah bayar. Lele seperti tak ada harganya. Dibuang-buang,” ungkap Farhan. Ayah dari M Zuhal Alifardani (11) dan M Fathoni Putrafardani (8) itu kembali dua hari kemudian. Ternyata pengelola warung tenda justru menyodorkan permintaan lele tambahan.

Ia lakukan apa pun agar lele dikonsumsi lebih luas. Karena itu, ia juga merangkul petani ikan untuk membudidayakan lele. Demi menggairahkan minat petani, Farchan mempertaruhkan kelangsungan usahanya. Ia memberi jaminan, lele pasti dibeli. ”Tapi, kalau lele tak dijual, saya bangkrut. Maka, pasar harus terus dicari,” kenangnya.

Ia juga menghadapi masyarakat yang antipati terhadap lele dengan membuat abon dan kerupuk. Setelah memakannya, mereka diharapkan bisa mengonsumsi lele. Pesanan teratur akhirnya diperoleh Farchan tahun 2005 sekitar 5 kuintal per bulan dengan langganan pengelola warung tenda. Seiring dengan itu, petani ikan mitra Farchan terus bertambah hingga 300 orang saat ini.

Kapasitas produksi lele dari Farchan dan rekan-rekannya sekitar 750 kg per minggu. Respons amat positif pada lele diindikasikan dari besarnya permintaan pelanggan. Lele yang dipasok Farchan baru bisa memenuhi 25 persen dari total permintaan.

Total lele yang diminta mencapai 3 ton per minggu. Farchan menyalurkan lele kepada 35 pelanggan, mulai dari warung tenda, restoran, hotel, hingga pabrik pengalengan ikan. Di Kalteng, Farchan memasok lele ke Palangkaraya serta Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Timur, Murung Raya, Barito Selatan, dan Gunung Mas.

Pasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga Balikpapan, Kalimantan Timur, pun dirambah. Sayangnya, ujar Farchan, jalan dari Kalteng ke Kalimantan Barat belum bisa ditembus. Ia yakin pasar Kalbar bisa dijangkau. ”Rasio permintaan dan stok sekarang semakin jauh. Setahun lalu, konsumen minta 100 kg per bulan, misalnya, hanya diberi 50 kg. Kini, bisa tidak dapat sama sekali,” kata Farchan.

Prospek bagus

Prospek yang amat baik tentu membuat petani lele kian semangat. Harga lele di petani sekitar Rp 11.000 per kg dan di pasar Rp 20.000-Rp 25.000 per kg. ”Tinggi dibanding harga rata-rata di Jawa Rp 8.000-Rp 10.000 di petani dan Rp 13.000 per kg di pasar,” kata Farchan.

Bahkan, kini ada pembeli di Palangkaraya yang menghargai lele di tingkat petani sebesar Rp 20.000 per kg. Kini banyak masyarakat di Palangkaraya yang memelihara lele. Farchan pun tak segan memberikan bibit sebagai stimulus. ”Kadang, saya beri 100 ekor untuk setiap petani. Saya memberikan masukan untuk mengembangkan usaha agar berhasil,” ujarnya.

Risiko selalu ada. Beberapa kali pembayaran tak dilunasi. Padahal, lele sudah disebar di kolam pembeli bibit. ”Paling besar rugi tahun 2007. Dibawa kembali tak mungkin karena bibit bisa mati. Tapi, setelah dilepas, kewajiban Rp 7,5 juta tak dibayar,” lanjutnya.

Fluktuasi harga lele kerap merugikan petani. Farchan berupaya mencegah risiko itu dengan menetapkan harga Rp 11.500 per kg di petani dan menjualnya Rp 14.000 per kg ke restoran. Lantaran ingin menjaga harga, tak jarang Farchan merugi.

Ia mulai mencoba menghasilkan bibit lele tahun 2008. Farchan pun mengajak petani bisa melakukan langkah yang sama. ”Selain itu, sudah dua tahun belakangan saya juga menambah komoditas, yakni gurami, dan permintaannya pun banyak,” kata Farchan.

Harapan suami Isnaeni (38) yang belum tercapai adalah menjadikan Palangkaraya sebagai pengekspor ikan. Masih banyak lahan telantar yang bisa dimanfaatkan. Produksi yang besar akan mendorong berdirinya industri.

Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 16 Maret 1973, itu berangan-angan, produk yang dipasarkan tak hanya abon dan kerupuk, tetapi juga kalengan hingga ikan asap. ”Ekspor ikan asap. Bukan ekspor asap dari kebakaran hutan,” ucap Farchan sambil tertawa. (Kompas).

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 009

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 7759 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 009Profil Sukses Agrosukses.Com (040)ID Anggota: 0000287 Alamat Lengkap: jl kopi no.65 ciseureuh , purwakarta, Jawa BaratNama Lengkap: yayuk lisnawati Bidang Bisnis: kelapa,cengkehWebsite Profil: agrosukses.com/id.287 Komoditi Bisnis: AgroindustriEmail: yayuk….dho@yahoo.com Status Bisnis: Penjual LangsungHP/Ponsel: 0819094xx021 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian ...

  • Peluang Budidaya Petai

    Posting: Rabu, 5 Juni 2013 - Hit 19583 - Kontributor:

    Di sebuah pasar swalayan di Negeri Belanda, para perantau bisa menemukan petai dalam kaleng. Petai itu bukan berasal dari Indonesia, negeri bekas jajahan mereka, melainkan dari Thailand, negeri yang tidak pernah dijajah.Kadang-kadang di Belanda bisa pula dijumpai petai segar kupas dalam wadah stereofoam, atau petai yang masih utuh belum dikupas, yang harganya lebih tinggi dibanding petai dalam ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (010)

    Posting: Kamis, 27 Oktober 2016 - Hit 23457 - Kontributor: Agrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli Ikan Air Tawar ID Anggota: 0001649 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1649 Pembeli BerasID Anggota: 0001645 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1645 Pembeli KelapaID Anggota: 0001638 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1638 Pembeli Keong SawahID Anggota: 0001630 Website Profil: www.agrosukses.com/id.163 Pembeli Jahe, Kentang, dan CabeID Anggota: 0001628 Website Profil: ...

  • Cara Sukses Berbisnis Kelapa Sawit

    Posting: Minggu, 25 Mei 2014 - Hit 26681 - Kontributor: Agromania

    Kebutuhan akan minyak goreng meningkat setiap tahunnya. Hal inilah yang mendorong sebagian orang untuk membuka lahan kelapa sawit di daerahnya.Jika Anda berniat untuk membuka usaha perkebunan kelapa sawit, ada baiknya Anda menyimak tips usaha kelapa sawit berikut ini :Perkebunan kelapa sawit yang modern mengharuskan setiap pekebun untuk belajar bagaimana proses budi daya kelapa sawit yang benar. ...

  • Daftar Penjual-Pembeli Aktif Agrosukses (02)

    Posting: Sabtu, 24 Mei 2014 - Hit 27249 - Kontributor: Agromania

    ID Anggota: 0000327 Alamat Lengkap: Jl. Syafrie Rahman Kel. Koba Kec. Koba, Bangka Tengah, Kep. Bangka BelitungNama Lengkap: Hari Kusharpomo Bidang Bisnis: KelapaWebsite Profil: www.agrosukses.com/id.327 Komoditi Bisnis: PerkebunanEmail: cak….@gmail.com Status Bisnis: ProdusenHP/Ponsel: 08526xx81683 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian Usaha: Memiliki kebun seluas 2 haTelpon/Fax: ...

  • Pengolahan Jahe Emprit

    Posting: Selasa, 23 Juli 2013 - Hit 17135 - Kontributor:

    Produksi jahe emprit tahun 2008 melebihi kapasitas permintaan. Akibatnya, di beberapa kawasan di Lampung, komoditas petani ini tidak terpasarkan. Petani tertarik menanam jahe emprit, dengan harapan harga jualnya bisa lebih tinggi dibanding jahe gajah. Mereka tidak tahu bahwa pasar jahe emprit segar sangat terbatas.Meskipun harganya lebih murah, pasar jahe gajah segar hampir tanpa batas, terutama ...

  • Tips Langkah-Langkah Menanam Padi Yang Baik dan Benar

    Posting: Selasa, 29 Oktober 2013 - Hit 165965 - Kontributor:

    Anda ingin budidaya tanaman padi ? coba pelajari cara menanam padi yang akan kita bahas kali ini. Banyak tahap-tahap yang perlu anda pelajari tentang membudidayakan tanaman padi.  Cara menanam padi ini terbagi ke dalam beberapa tahapam, yang dimulai dari memilih benih sampai kepemeliharaan yang berlanjut ke tahap pemanenan. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh para petani sebelum ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (003)

    Posting: Minggu, 7 Agustus 2016 - Hit 17456 - Kontributor: Agrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli SapiID Anggota: 0002583 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2583 Pembeli Bebek, Singkong, Daun SingkongID Anggota: 0002582 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2582 Pembeli Jahe, Pepaya, Bengkoang, UmbiID Anggota: 0002578 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2578 Pembeli KelapaID Anggota: 0002576 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2576 Pembeli Kencur. Jahe dllID Anggota: ...

  • Standar Mutu Kopi

    Posting: Minggu, 20 September 2020 - Hit 17675 - Kontributor: PT Agromania

    Standar Mutu KopiNo SNI: 01-2907-1992 Kopi adalah biji dari tanaman Coffea spp dalam bentuk bugil dan sebelum digoreng. Berdasarkan jenisnya, kopi digolongkan ke dalam: robusta, arabika Berdasarkan cara pengolahannya, kopi digolongkan kedalam: pengolahan kering, pengolahan basah Syarat penandaan:Pada setiap pengiriman, bagian luar dari karung diberi keterangan yang berisi:Nama barangIdentitas ...

  • FREE DOWNLOAD

    Posting: Jumat, 5 Juli 2013 - Hit 10506 - Kontributor:

    *SNI_Agar Produk Agro Anda Laku*Komoditi Tanaman Pangan yang Cocok Dikembangkan di Daerah; *Masa Panen Buah di Berbagai Derah di Indonesia; *Peluang Investasi di Berbagai Daerah di Indonesia; *Ternak yang Cocok Dikembangkan di Daerah; *Peluang Wirausaha Ternak Domba;*Peraturan Impor Buah;*Undang2 Perikanan;*Undang2 Perkebunan;*Undang2 Peternakan;*Revitalisasi Pertanian Melalui Perbaikan ...