;
 
 
  home » artikel info » PROFIL SUKSES: Farchan Memopulerkan Lele di Kalimantan

PROFIL SUKSES: Farchan Memopulerkan Lele di Kalimantan

Posting: Sabtu, 22 Juni 2013 - Hit 8315 - Kontributor:

Dulu, lele sama sekali tak dilirik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Konsumen menganggap ikan itu hidup di lingkungan yang kotor. Namun, Farchan Slamet (38) bersama para petani ikan mengubah stigma itu. Sekarang, ia malah kewalahan melayani permintaan lele.

Dikisahkan Farchan, lele ditolak karena konsumen jijik. Lele dikira dipelihara di tempat yang tak higienis. Sebagian masyarakat daerah tertentu malah menganggap lele bukan ikan.

Farchan memelihara lele sejak tahun 2002. Namun, pandangan negatif itu membuat Farchan susah menjual lele. Ia menawarkan lele kepada penjual ikan, tapi ditolak. Farchan mengalihkan target kepada pengelola warung tenda, tapi mereka pun enggan menerima lele. ”Katanya, daging lele kenyal seperti karet. Jorok lagi. Akhirnya, saya kasih dulu lele untuk 10 warung tenda. Bayar belakangan,” ucap Farchan.

Tiap-tiap warung tenda diberi 2 kilogram (kg) lele. Itu pun hanya lima pengelola warung tenda yang setuju. ”Kalau laku, baru dilunasi. Tidak laku, tak usah bayar. Lele seperti tak ada harganya. Dibuang-buang,” ungkap Farhan. Ayah dari M Zuhal Alifardani (11) dan M Fathoni Putrafardani (8) itu kembali dua hari kemudian. Ternyata pengelola warung tenda justru menyodorkan permintaan lele tambahan.

Ia lakukan apa pun agar lele dikonsumsi lebih luas. Karena itu, ia juga merangkul petani ikan untuk membudidayakan lele. Demi menggairahkan minat petani, Farchan mempertaruhkan kelangsungan usahanya. Ia memberi jaminan, lele pasti dibeli. ”Tapi, kalau lele tak dijual, saya bangkrut. Maka, pasar harus terus dicari,” kenangnya.

Ia juga menghadapi masyarakat yang antipati terhadap lele dengan membuat abon dan kerupuk. Setelah memakannya, mereka diharapkan bisa mengonsumsi lele. Pesanan teratur akhirnya diperoleh Farchan tahun 2005 sekitar 5 kuintal per bulan dengan langganan pengelola warung tenda. Seiring dengan itu, petani ikan mitra Farchan terus bertambah hingga 300 orang saat ini.

Kapasitas produksi lele dari Farchan dan rekan-rekannya sekitar 750 kg per minggu. Respons amat positif pada lele diindikasikan dari besarnya permintaan pelanggan. Lele yang dipasok Farchan baru bisa memenuhi 25 persen dari total permintaan.

Total lele yang diminta mencapai 3 ton per minggu. Farchan menyalurkan lele kepada 35 pelanggan, mulai dari warung tenda, restoran, hotel, hingga pabrik pengalengan ikan. Di Kalteng, Farchan memasok lele ke Palangkaraya serta Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Timur, Murung Raya, Barito Selatan, dan Gunung Mas.

Pasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga Balikpapan, Kalimantan Timur, pun dirambah. Sayangnya, ujar Farchan, jalan dari Kalteng ke Kalimantan Barat belum bisa ditembus. Ia yakin pasar Kalbar bisa dijangkau. ”Rasio permintaan dan stok sekarang semakin jauh. Setahun lalu, konsumen minta 100 kg per bulan, misalnya, hanya diberi 50 kg. Kini, bisa tidak dapat sama sekali,” kata Farchan.

Prospek bagus

Prospek yang amat baik tentu membuat petani lele kian semangat. Harga lele di petani sekitar Rp 11.000 per kg dan di pasar Rp 20.000-Rp 25.000 per kg. ”Tinggi dibanding harga rata-rata di Jawa Rp 8.000-Rp 10.000 di petani dan Rp 13.000 per kg di pasar,” kata Farchan.

Bahkan, kini ada pembeli di Palangkaraya yang menghargai lele di tingkat petani sebesar Rp 20.000 per kg. Kini banyak masyarakat di Palangkaraya yang memelihara lele. Farchan pun tak segan memberikan bibit sebagai stimulus. ”Kadang, saya beri 100 ekor untuk setiap petani. Saya memberikan masukan untuk mengembangkan usaha agar berhasil,” ujarnya.

Risiko selalu ada. Beberapa kali pembayaran tak dilunasi. Padahal, lele sudah disebar di kolam pembeli bibit. ”Paling besar rugi tahun 2007. Dibawa kembali tak mungkin karena bibit bisa mati. Tapi, setelah dilepas, kewajiban Rp 7,5 juta tak dibayar,” lanjutnya.

Fluktuasi harga lele kerap merugikan petani. Farchan berupaya mencegah risiko itu dengan menetapkan harga Rp 11.500 per kg di petani dan menjualnya Rp 14.000 per kg ke restoran. Lantaran ingin menjaga harga, tak jarang Farchan merugi.

Ia mulai mencoba menghasilkan bibit lele tahun 2008. Farchan pun mengajak petani bisa melakukan langkah yang sama. ”Selain itu, sudah dua tahun belakangan saya juga menambah komoditas, yakni gurami, dan permintaannya pun banyak,” kata Farchan.

Harapan suami Isnaeni (38) yang belum tercapai adalah menjadikan Palangkaraya sebagai pengekspor ikan. Masih banyak lahan telantar yang bisa dimanfaatkan. Produksi yang besar akan mendorong berdirinya industri.

Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 16 Maret 1973, itu berangan-angan, produk yang dipasarkan tak hanya abon dan kerupuk, tetapi juga kalengan hingga ikan asap. ”Ekspor ikan asap. Bukan ekspor asap dari kebakaran hutan,” ucap Farchan sambil tertawa. (Kompas).

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • Harga Telur Merangkak Naik

    Posting: Kamis, 12 Desember 2013 - Hit 5291 - Kontributor: Agromania

    Menjelang Natal tahun ini, harga kebutuhan pokok seperti telur merangkak naik. Harga telur itik atau bebek naik Rp 21-22 ribu per kilogram. Sedangkan harga di tingkat agen Rp 19 ribu per kilogram. Kenaikan itu juga terjadi pada telur ayam yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat.Sutono, salah satu agen telur di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Minggu (8/12/2013) mengatakan, kenaikan ini sudah ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (004)

    Posting: Senin, 15 Agustus 2016 - Hit 14078 - Kontributor: Agrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli JaheID Anggota: 0002487 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2487 Pembeli Ikan KerapuID Anggota: 0002469 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2469 Pembeli Talas PontianakID Anggota: 0002483 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2483 Pembeli Madu Yaman, KurmaID Anggota: 0002473 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2473 Pembeli Getah KaretID Anggota: 0002467 Website Profil: ...

  • Meraup Milyaran Rupiah dari Bisnis Minyak Atsiri

    Posting: Jumat, 17 Oktober 2014 - Hit 56230 - Kontributor:

    Di usianya yang baru 23 tahun, mahasiswa sebuah universitas negeri di Yogjakarta ini kini sudah menjadi pengusaha sukses beromzet miliiaran rupiah. Namun untuk mendapatkan semua itu memerlukan perjuangan penuh liku. Berikut wawancara NOVA dengan pemuda asal Desa Ngargosari, Kec. Sukorejo, Kab. Kendal (Jateng).Omzet usaha minyak asiri milik Anda kini mencapai Rp2 miliar per tahun. Kok, bisa di ...

  • Daftar Anggota & Bisnis Terbaru (001)

    Posting: Selasa, 3 April 2018 - Hit 18873 - Kontributor: Agrosukses

    ID Anggota: 0003349Alamat Lengkap: pengasi baru, kec.bukit kerman, kab.kerinci, prov.jambi, kerinci, JambiBidang Bisnis: kulit kayu manisWeb Profil: www.agrosukses.com/id.3349Komoditi Bisnis: PerkebunanUraian Usaha: meyediakan kulit kayu manis asli kab. kerinci ID Anggota: 0003348Alamat Lengkap: Jalan bhakti, RT 004 RW 002 Gunung Batin Udik, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, Lampung ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (001)

    Posting: Selasa, 2 Agustus 2016 - Hit 10056 - Kontributor: AGrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli KelapaID Anggota: 0002819 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2819 Pembeli Kepala Udang, Kulit Udang, Kulit Rajungan, Rumput LautID Anggota: 0002811 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2811 Pembeli AyamID Anggota: 0002788 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2788 Pembeli Kelapa, Cengkeh, Pala, Ikan Teri DllID Anggota: 0002787 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2787 Pembeli ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 005

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 4173 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 005Profil Sukses Agrosukses.Com (020)ID Anggota: 0000309 Alamat Lengkap: Jl.terusan cisokan no.69 Bandung , Kota Bandung, Jawa BaratNama Lengkap: panji arthawibawa Bidang Bisnis: Kelapa, sabut kelapa, arang batokWebsite Profil: agrosukses.com/id.39 Komoditi Bisnis: PertanianEmail: takeshi…..@gmail.com Status Bisnis: Penjual LangsungHP/Ponsel: 0813205xx606 Nama ...

  • Budidaya Bengkuang

    Posting: Rabu, 5 Juni 2013 - Hit 13091 - Kontributor:

    Obyek wisata Bogor bukan hanya Kebun Raya, dan Museum Zoologi. Talas, bengkuang, dan pisang, terutama pisang tanduk, juga melengkapi oleh-oleh wisata khas Bogor. Tiga komoditas itu, lalu dianggap sebagai komoditas pertanian khas Bogor. Talas dan pisang tanduk memang benar asli Indonesia, tetapi bengkuang adalah umbi dari kepulauan Karibia, dan Amerika Tengah. Nama Inggris bengkuang  ...

  • SOLUSI AGROSUKSES: Tanah Tidak Subur

    Posting: Jumat, 9 Januari 2015 - Hit 6149 - Kontributor:

    Saya mempunyai tanah seluas 3.000 m2, berlokasi di Parung, Bogor. Namun, sebagian besar hanya bisa ditanam singkong dan hasilnya pun ada rasa pahitnya. Jika ditanam tanaman buah, hasilnya tidak memuaskan. Tanaman sulit tumbuh dan kurang sehat.Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya kemukakan :Bagaimana cara mengembalikan kesuburannya?Bagaimana memupuk tanaman buah yang sudah besar?Bagaimana ...

  • Profil Sukses Pebisnis Agrosukses (002)

    Posting: Kamis, 6 Juni 2013 - Hit 17933 - Kontributor:

    Profil Sukses: KrisEmail: xxxcahayautama@gmail.comTelp/Fax: 022-60713xxHP/Ponsel: 081227006xxxAlamat Lengkap: gempolsari-bandungWebsite (bila ada):Bidang Bisnis: PertanianKomoditi/Produk Bisnis: pengadaan pisang mentah, biji kopi, cengkeh, berasStatus Bisnis: Penjual LangsungNama Perusahaan (bila ada): CV Cahaya UtamaJabatan (bila ada): pemilikAlamat Kerja/Kantor: Jl Bojongraya-BandungProfil ...

  • Testimoni/Saran/Harapan

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 5364 - Kontributor: Agromania

    Testimoni/Saran/HarapanNama Lengkap: Iriani WibowoTelp/Fax: 0321-6206xxxHP/Ponsel: 081332443xxxAlamat Lengkap: Jl. Pacar 90 RT 05 RW 13 Sooko, Mojokerto - Jawa TimurBidang Bisnis: PeternakanKomoditi/Produk Bisnis: Cacing Lumbricus tigerStatus Bisnis: Penjual & PembeliNama Perusahaan (bila ada):Jabatan (bila ada):Alamat Kerja/Kantor: Jl. Pacar 90 RT 05 RW 13 Sooko, Mojokerto - Jawa ...