;
 
 
  home » artikel » Peluang Budidaya Petai

Peluang Budidaya Petai

Posting: Rabu, 5 Juni 2013 - Hit 18276 - Kontributor:

Di sebuah pasar swalayan di Negeri Belanda, para perantau bisa menemukan petai dalam kaleng. Petai itu bukan berasal dari Indonesia, negeri bekas jajahan mereka, melainkan dari Thailand, negeri yang tidak pernah dijajah.

Kadang-kadang di Belanda bisa pula dijumpai petai segar kupas dalam wadah stereofoam, atau petai yang masih utuh belum dikupas, yang harganya lebih tinggi dibanding petai dalam kaleng. Para penikmat petai fanatik, tetap akan membeli petai segar ini, berapa pun harganya. Sebab kenikmatan petai dalam kaleng, tentu tidak sebaik petai segar yang masih utuh. Peluang pasar inilah yang dengan jeli ditangkap oleh para petani Thailand. Selain petai, mereka juga mengalengkan nangka muda, rebung, pucuk katuk, dan bunga turi.

Pasar petai tidak hanya sebatas Negeri Belanda. Pasar petai terbesar justru di Timur Tengah, Hongkong, dan Taiwan. Sebab di tiga kawasan inilah paling banyak terdapat perantau dari Indonesia, dan petai tidak dapat dibudidayakan di negeri tersebut. Beda dengan di Malaysia. Di sini juga terdapat banyak tenaga kerja Indonesia, tetapi petai juga bisa dibudidayakan di negeri ini. Petai yang dipasarkan dalam bentuk kalengan (caning), segar kupasan dalam stereofoam, maupun utuh (papan), tingkat ketuaannya harus seragam, dan tidak berulat di dalamnya.

Standar persyaratan mutu ini menjadi sangat penting. Sebab di Taiwan misalnya, persyaratan bagi buah dan sayuran yang akan masuk ke sana sangat ketat. Konsumen pun tidak menghendaki biji petai yang terlalu muda, terlalu tua, dan ada ulat di dalamnya. Persyaratan ini harus dipenuhi melalui standar budidaya, dan panen. Bukan standar pasca panen, dan pengemasan. Di Thailand, petai sudah dibudidayakan secara monokultur, berupa “kebun petai”, dengan klon (kultivar) yang seragam. Di Indonesia, belum ada kebun petai skala komersial yang dikelola secara profesional.

Petai (Parkia speciosa), disebut pula twisted cluster bean, stink bean, peteh, yongchaak, sataw, atau sator. Habitat asli petai, tersebar dari India Timur Laut, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Petai tumbuh mulai dari dataran rendah (0 m. dpl) sampai dengan 800 m. dpl. Tanaman petai tumbuh berupa pohon berkayu, dengan tajuk sangat terbuka, berketinggian sampai dengan 30 m. Karena keterbukaan tajuknya, petai cocok dibudidayakan secara tumpang sari, dengan tanaman semusim.

Hingga dalam budidaya petai secara monokultur pun, lahan di bawah tegakan tanaman utama, masih tetap bisa diberi tanaman semusim, tanpa menurunkan tingkat produktivitasnya terlalu jauh. Hampir semua tanaman semusim bisa dibudidayakan di bawah tegakan petai. Namun tanaman kacang tanah, keladi dan empon-empon, merupakan alternatif terbaik. Jagung kurang menguntungkan, karena Produktivitasnya akan sangat rendah, sementara singkong justru akan menurunkan produktivitas petai. Kacang tanah cukup baik, karena akan meningkatkan kesuburan lahan, dengan nitrogen yang ditangkapnya langsung dari udara.

Benih petai okulasi dengan batang atas klon unggul, sudah banyak diproduksi oleh penangkar. Terutama di Jawa Tengah dan Lampung. Idealnya, benih yang akan ditanam di lapangan sudah berukuran 1,5 m. Harga benih ukuran ini, berkisar antara Rp 50.000,- sd. Rp 100.000,-. Pada pembelian dalam jumlah banyak, harga bisa sedikit lebih rendah. Kalau mau agak ringan, bisa membeli benih ukuran di bawah 50 cm, dengan harga Rp 10.000,- sd. Rp 20.000,- disemai dengan perawatan intensif, sampai mencapai ketinggian 1,5 m. Ketika itulah benih dipindah ke lapangan, pada awal musim penghujan.

Benih okulasi setinggi 1,5 m, sudah akan berbuah antara 3 sd. 4 tahun setelah tanam. Tanaman petai akan terus produktif selama 20 sd. 25 tahun, dan harus diremajakan. Tanaman yang sudah terlalu tua, produktivitasnya akan menurun, dan pemanenan buahnya lebih sulit. Di Thailand, tanaman petai sengaja terus dipangkas, hingga hanya mencapai ketinggian antara 4 sd. 6 m, untuk memudahkan perawatan, terutama pembungkusan dan pemanenan. Pembungkusan buah, mutlak harus dilakukan untuk mencegah serangan ulat dalam biji. Terutama apabila hasilnya akan diekspor.

Buah petai berupa tumbuh dalam malai, terdiri dari 4 sd. 8 papan. Dalam satu papan ada belasan biji. Petai adalah komoditas yang beraroma sangat tajam. Sampai-sampai urine mereka yang mengonsumsi petai, juga beraroma sangat tajam khas petai. Karena aromanya yang sangat tajam inilah, petai juga menjadi komoditas yang kontroversial, seperti halnya durian. Di satu pihak ada konsumen yang sangat fanatik menyukai petai, dan di lain pihak ada masyarakat yang sangat tidak menyukai aromanya. Namun petai masih lebih baik dibanding durian, karena tidak menyebarkan aroma dalam ketika belum dikonsumsi.

Biji petai bisa dikonsumsi segar, rebus, bakar, atau goreng, untuk lalap makan nasi terutama dengan lauk ayam, dan ikan goreng. Selain itu, petai juga merupakan bahan campuran dalam berbagai masakan. Baik berupa sayur, maupun lauk. Dewasa ini juga mulai populer nasi goreng petai. Konsumsi petai dalam volume berlebihan, terlebih dengan sambal yang juga dalam volume besar, bisa menimbulkan sakit perut dan diare. Dalam masakan sunda, dengan lalap petai dan sambal, selalu disertai pula dengan lalap yang berasa sepet (mengandung tanin). Gunanya, untuk mencegah gangguan sakit perut.

Petai dipasarkan berupa papan, baik dalam ikatan, maupun satuan. Komoditas ini hampir tidak pernah dijual dalam satuan bobot kilo atau ons. Di pasar swalayan besar, sekarang juga sudah digerai petai dalam kemasan stereofoam. Meskipun harganya relatif tinggi, petai dalam kemasan stereofoam lebih terjamin kualitasnya, sebab sudah melalui seleksi. Namun bagi para pelahap petai fanatik, makan petai haruslah berupa papan secara langsung. Pelahap petai super fanatik, malahan mensyaratkan petai segar (mentah), sebab konon tingkat kelezatan komoditas ini akan menurun ketika dipanaskan. (Foragri).

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • Daftar Anggota & Bisnis Terbaru (004)

    Posting: Senin, 29 Oktober 2018 - Hit 25987 - Kontributor: Agromania

    ID Anggota: 0003307 Alamat Lengkap: Jl.Bintara jaya 8 no.27 aRt05/09, kel.Bintara Jaya, kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat Bidang Bisnis: Kumis kucing, jahe ,daun nilam Web Profil: www.agrosukses.com/id.337 Komoditi Bisnis: Perkebunan Uraian Usaha: Budi daya kumis kucing ID Anggota: 0003306 Alamat Lengkap: Limpomajang, wajo, Sulawesi Selatan Bidang Bisnis: Kelapa Web Profil: ...

  • UNDANGAN: Temu Pelaku Bisnis Ikan Air Tawar Konsumsi (Penjual, Pembeli, dan Investor)

    Posting: Senin, 29 Februari 2016 - Hit 5413 - Kontributor: Agromania

    “Kemana saya harus menjual ikan saya?” Itulah pertanyaan gelisah yang paling sering diajukan para petani dan pembudidaya ikan (produsen) air tawar . Kegelisahan makin memuncak pada hari2 menjelang masa panen sementara ia belum juga mendapatkan pembeli. Di pihak lain, para eksportir, pedagang, pengumpul, pasar swalayan juga terkadang bingung kemana harus mencari ikan yang harus mereka ...

  • Rupiah Melempem, Harga Buah Impor Melonjak

    Posting: Kamis, 12 Desember 2013 - Hit 5312 - Kontributor: Agromania

    Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, ternyata membawa dampak kenaikan harga yang cukup signifikan bagi sejumlah barang komoditas. Salah satunya terjadi pada harga buah impor di DIY yang melonjak di atas 40 persen.Pemilik Toko Mutiara Buah, Makin mengatakan harga buah-buahan impor kecuali dari Cina mengalami lonjakan harga yang cukup drastis hingga 40 persen akibat ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 008

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 6692 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 008Profil Sukses Agrosukses.Com (035)ID Anggota: 0000293 Alamat Lengkap: Jalan Nusa Indah No. 72 Ds. Tulungrejo Kec. Pare , pare kediri, Jawa TimurNama Lengkap: muchlis achmadi Bidang Bisnis: Kelapa, Jamur,Website Profil: agrosukses.com/id.293 Komoditi Bisnis: PertanianEmail: dayaperkasa...@gmail.com Status Bisnis: MediatorHP/Ponsel: 0853301xx567 Nama Perusahaan: Jabatan ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 001

    Posting: Minggu, 23 Agustus 2015 - Hit 2784 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 001Profil Sukses Agrosukses.Com (001)ID Anggota: 0000332 Alamat Lengkap: Jl. Bekisar 24 Solo, Solo, Jawa TengahNama Lengkap: Bambang S Bidang Bisnis: Minyak Goreng Bekas, Palm Acid OilWebsite Profil: agrosukses.com/id.332 Komoditi Bisnis: PertanianEmail: cc….@gmail.com Status Bisnis: Penjual LangsungHP/Ponsel: 081216xx3754 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian Usaha: ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (005)

    Posting: Rabu, 17 Agustus 2016 - Hit 12825 - Kontributor: Agrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli IkanID Anggota: 0002372 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2372 Pembeli Kunyit, Kencur , Jahe, LadaID Anggota: 0002370 Website Profil: www.agrosukses.com/id.237 Pembeli Kelapa Sawit, Ternak Ikan Lele dan NilaID Anggota: 0002365 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2365 Pembeli Kelapa, Kunyit, Jahe MerahID Anggota: 0002364 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2364 Pembeli Kelapa, ...

  • Mutu Rambutan yang Laku untuk Ekspor

    Posting: Selasa, 27 Januari 2015 - Hit 12532 - Kontributor: Agromania

    Mutu rambutan Indonesia tak kalah dengan Muangthai, Namun, tidak semua jenis rambutan bisa diekspor, Ada syarat-syarat tertentu yang diminta pihak importir.Rambutan merupakan buah khas negeri tropis. Tak heran bila ia mendapat julukan tropical fruit. Taufik, orang nomor satu di PT Multi Sarana, sebuah perusahaan pengekspor buah, malah menyebutkan bahwa seorang rekan bisnisnya di Eropa menjuluki ...

  • Daftar Penjual-Pembeli Aktif Agrosukses (02)

    Posting: Sabtu, 24 Mei 2014 - Hit 25684 - Kontributor: Agromania

    ID Anggota: 0000327 Alamat Lengkap: Jl. Syafrie Rahman Kel. Koba Kec. Koba, Bangka Tengah, Kep. Bangka BelitungNama Lengkap: Hari Kusharpomo Bidang Bisnis: KelapaWebsite Profil: www.agrosukses.com/id.327 Komoditi Bisnis: PerkebunanEmail: cak….@gmail.com Status Bisnis: ProdusenHP/Ponsel: 08526xx81683 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian Usaha: Memiliki kebun seluas 2 haTelpon/Fax: ...

  • Harga Cabe Jamu Tembus di Atas Rp 80 Ribu

    Posting: Minggu, 25 Mei 2014 - Hit 13924 - Kontributor: Agromania

    Bagi warga Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, Cabe alas menjadi komoditas yang patut diperhitungkan. Sebab, Cabe alas tersebut memiliki pasar khusus yang keuntungannya menggiurkan. Bahkan, harga Cabe bisa mencapai Rp 8 juta per kuintal.Seperti yang diungkapkan oleh Maryam, 54, warga setempat. Cabe alas tersebut saat ini banyak diburu warga desa untuk dijadikan hasil tani yang bisa ...

  • Daftar Penjual-Pembeli Aktif Agrosukses (01)

    Posting: Sabtu, 24 Mei 2014 - Hit 18007 - Kontributor: Agromania

    ID Anggota: 0000332 Alamat Lengkap: Jl. Bekisar 24 Solo, Solo, Jawa TengahNama Lengkap: Bambang S Bidang Bisnis: Minyak Goreng Bekas, Palm Acid OilWebsite Profil: www.agrosukses.com/id.332 Komoditi Bisnis: PertanianEmail: cc….@gmail.com Status Bisnis: Penjual LangsungHP/Ponsel: 081216xx3754 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian Usaha: Kami mengumpulkan Minyak Goreng Bekas didaerah sumatera dan ...