;
 
 
  home » artikel » Budidaya Bengkuang

Budidaya Bengkuang

Posting: Rabu, 5 Juni 2013 - Hit 12977 - Kontributor:

Obyek wisata Bogor bukan hanya Kebun Raya, dan Museum Zoologi. Talas, bengkuang, dan pisang, terutama pisang tanduk, juga melengkapi oleh-oleh wisata khas Bogor. Tiga komoditas itu, lalu dianggap sebagai komoditas pertanian khas Bogor. Talas dan pisang tanduk memang benar asli Indonesia, tetapi bengkuang adalah umbi dari kepulauan Karibia, dan Amerika Tengah. Nama Inggris bengkuang  jícama, atau Spanyol heekahmah, berasal dari bahasa Nahuatl (bahasa Aztex), xicamatl, dan hee-kah-mahtl). Sesuai asalnya, bengkuang juga disebut Mexican Potato, dan Mexican Turnip.

Bengkuang dipanen umbinya. Curah hujan di sekitar Bogor cukup tinggi, hingga umbi bengkuang di kawasan ini banyak mengandung air. Beda dengan umbi bengkuang dari Amerika Tengah, mengandung karbohidrat (pati) tinggi. Di negara-negara Amerika Tengah, bengkuang dibudidayakan untuk diambil patinya. Pati bengkuang sangat cocok untuk bubur dan kue makanan bayi, karena kelembutannya. Umbi bengkuang yang akan dipanen untuk diambil patinya, harus dipelihara paling tidak selama dua tahun. Hingga umbi itu sudah berserat, dan tidak bisa dikonsumsi segar.

Umbi yang akan dikonsumsi segar, harus dipanen pada tahun pertama, sejak penanaman. Budidaya bengkuang di sekitar Bogor dilakukan sepanjang tahun. Sebab curah hujan di kawasan ini merata sepanjang tahun. Hingga setiap saat, para wisatawan bisa menjumpai bengkuang dijajakan di kios di sepanjang jalur jalan raya ke Puncak, atau ke Sukabumi. Di kawasan yang musim hujannya terkonsentrasi selama lima, atau bahkan tiga bulan (NTT), bengkuang ditanam pada awal musim penghujan, dan dipanen pada musim kemarau ketika tanamannya sudah mati.

Bengkuang dibudidayakan dari benih biji. Petani biasanya menyisakan satu dua tanaman yang dibiarkan berbunga dan berbuah berupa polong, untuk digunakan sebagai benih pada musim tanam berikutnya. Tanaman lainnya sengaja dipangkas (dibuang) bunganya, agar tidak menghasilkan polong. Sebab bengkuang baru akan menghasilkan umbi, kalau semua bunga dibuang. Kalau bunga dibiarkan tumbuh menjadi polong, bengkuang tidak akan menghasilkan umbi. Polong bengkuang mirip dengan buncis, dengan bulu halus pada kulitnya.

Panjang polong bengkuang sekitar 10 cm, dengan biji sebesar biji buncis. Polong dan biji berwarna hijau ketika muda. Setelah tua, kulit polong berwarna abu-abu kehitaman, dan biji menjadi coklat. Biji inilah yang dipanen petani untuk benih. Apabila tidak segera ditanam, polong akan dibiarkan tetap utuh, tidak dikupas, dan disimpan di tempat yang kering. Biasanya petani menyimpan polong bermacam tanaman pada para-para di atas tungku dapur. Biji yang sudah terlanjur dikeluarkan dari polong, dan tidak akan segera ditanam, harus disimpan dalam wadah kaleng atau botol beling yang tertutup rapat.

Bengkuang menghendaki lahan yang gembur, terutama tanah vulkanis dengan bahan organik yang kaya. Meskipun daya adaptasi bengkuang terhadap bermacam jenis tanaman juga cukup tinggi. Agar pertumbuhan umbi bisa optimal, bengkuang menghendaki sinar matahari penuh sepanjang hari. Tanaman ini akan tumbuh baik pada lahan dengan ketinggian antara 200 sd. 800 m. dpl. Para petani biasanya mengolah lahan untuk ditanami bengkuang, dengan cangkul, kemudian dibuat guludan. Pada guludan itu dibuat lubang tanam menggunakan tugal. Ke dalam lubang tanam itulah dimasukkan satu  biji bengkuang sebagai benih.

Bengkuang merupakan tanaman memanjat, dengan cara membelit. Di habitat aslinya, bengkuang memanjat tanaman lain, untuk mengejar sinar matahari. Di areal penanaman, petani bisa memberinya ajir, sebagai tiang panjatan. Para petani di sekitar Bogor, jarang memberi ajir untuk bengkuang. Hingga tanaman menjalar memenuhi guludan, seperti halnya tanaman ubi jalar. Alasan petani tidak diberi ajir, adalah agar mudah membuang kuncup bakal bunga. Pembuangan dilakukan dengan memetik malai bunga satu per satu menggunakan tangan.

Bengkuang dipanen pada umur antara 8 sd. 10 bulan. Panen dilakukan dengan membabat seluruh tanaman. Sulur batang dan daun bengkuang, biasanya ditaruh di antara dua guludan. Pada waktu membongkar guludan untuk mengambil umbi bengkuang, sulur dan daun yang baru saja dibabat, sekalian ditimbun. Pembongkaran guludan dilakukan dengan hati-hati, agar mata cangkul tidak melukai umbi. Bengkuang  hasil panen diikat, dengan menyatukan pangkal batang yang masih melekat pada umbi, menggunakan tali bambu.

Meskipun bisa dibudidayakan sepanjang tahun, para petani di sekitar Bogor, hanya mau menanam bengkuang, agar panennya pas bertepatan dengan musim kemarau. Sebab pada musim penghujan, minat masyarakat untuk membeli bengkuang agak menurun. Selain dimakan segar, bengkuang paling disukai sebagai bahan rujak, bersama buah-buahan, dan ubi jalar merah. Dewasa ini bengkuang juga sering dijadikan bahan kosmetik, terutama untuk menghaluskan dan menyehatkan kulit wajah. Bengkuang bahan kosmetik, dipilih yang benar-benar sudah tua.

Terakhir, bengkuang juga dijadikan pengisi lumpia. Sebab produsen lumpia, sering kesulitan mendapatkan pasokan rebung segar secara kontinu. Rebung yang sudah layu berasa masam, dan beraroma pesing. Maka para pengusaha lumpia pun secara kreatif beralih ke bengkuang yang lebih mudah diperoleh. Sebenarnya, selain dipanen umbinya, bengkuang juga bisa dipanen bijinya sebagai bahan baku pestisida. Sebab dalam biji bengkuang, terkandung rotenon dalam volume yang cukup besar, sebagai bahan pestisida organik. (Foragri).

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • TERSEDIA Paket Materi Belajar Ekspor (Khusus Pertanian & Perkebunan)

    Posting: Senin, 8 Juli 2019 - Hit 439 - Kontributor: PT Agromania Mitra Artha

    Pengusaha agrobisnis kaya raya Almarhum Bob Sadino pernah mengatakan,”Mengapa petani/pekebun/produsen/pebisnis & mediator agrobisnis kita tidak kaya2 dan hidupnya begitu2 saja dari tahun ke tahun? Jawabannya: karena mereka hanya terpaku pada pasar lokal. Tidak berani melakukan ekspor. Padahal kegiatan ekspor adalah hal yang sangat mudah dan bisa dipelajari serta dilakukan oleh siapa ...

  • Daftar Anggota & Bisnis Terbaru (003)

    Posting: Senin, 9 April 2018 - Hit 17069 - Kontributor: Agrosukses

    ID Anggota: 0003317Alamat Lengkap: Jln. Lintas Pantai Lakey Desa Kareke Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu-NTB, Dompu, Nusa Tenggara BaratBidang Bisnis: Madu Gunung Tambora, Kedelai, Jagung, Kacang Hijau, rempah-rempah, dllWeb Profil: www.agrosukses.com/id.3317Komoditi Bisnis: PertanianUraian Usaha: saya bergerak dibidang jual beli hasil bumi ID Anggota: 0003316Alamat Lengkap: Kedoya raya. Gh ...

  • Testimoni/Saran/Harapan

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 5267 - Kontributor: Agromania

    Testimoni/Saran/HarapanNama Lengkap: Iriani WibowoTelp/Fax: 0321-6206xxxHP/Ponsel: 081332443xxxAlamat Lengkap: Jl. Pacar 90 RT 05 RW 13 Sooko, Mojokerto - Jawa TimurBidang Bisnis: PeternakanKomoditi/Produk Bisnis: Cacing Lumbricus tigerStatus Bisnis: Penjual & PembeliNama Perusahaan (bila ada):Jabatan (bila ada):Alamat Kerja/Kantor: Jl. Pacar 90 RT 05 RW 13 Sooko, Mojokerto - Jawa ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 007

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 7917 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 007Profil Sukses Agrosukses.Com (030)ID Anggota: 0000298 Alamat Lengkap: Jl Gegerkalong girang no 69 Bandung, Bandung, Jawa BaratNama Lengkap: Hasyim Ahmad Bidang Bisnis: Ikan nilaWebsite Profil: agrosukses.com/id.298 Komoditi Bisnis: PerikananEmail: tasban....net@gmail.com Status Bisnis: MediatorHP/Ponsel: 022614xx565 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian Usaha: Mediator ...

  • Budidaya Bambu Hitam

    Posting: Selasa, 23 Juli 2013 - Hit 15040 - Kontributor:

    Ada dua genus bambu hitam. Pertama genus Phyllostachys yang merupakan bambu hitam sub tropis, dan sudah dibudidayakan di RRC, Jepang, dan Korea. Kedua genus Gigantochloa, yang merupakan bambu hitam tropis, yang banyak tumbuh di kawasan Indonesia, namun belum dibudidayakan secara khusus.Bambu hitam sub tropis adalah Phyllostachys nigra, masih satu genus dengan bambu kuning (pring gading, ...

  • Agroindustri Cacing Tanah

    Posting: Rabu, 5 Juni 2013 - Hit 27242 - Kontributor:

    Ada tiga produk agroindustri cacing tanah. Pertama, sebagai jasa penghancur sampah organik. Hasil kedua berupa kascing (bekas cacing, kotoran cacing), pupuk organik berkualitas tinggi. Hasil ketiga cacing tanah itu sendiri sebagai pakan unggas, terutama itik, dan pakan ikan konsumsi.Akhir tahun 1990an, pernah terjadi heboh agroindustri cacing tanah. Info yang disampaikan ke masyarakat, harga ...

  • PROFIL SUKSES: Farchan Memopulerkan Lele di Kalimantan

    Posting: Sabtu, 22 Juni 2013 - Hit 8229 - Kontributor:

    Dulu, lele sama sekali tak dilirik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Konsumen menganggap ikan itu hidup di lingkungan yang kotor. Namun, Farchan Slamet (38) bersama para petani ikan mengubah stigma itu. Sekarang, ia malah kewalahan melayani permintaan lele.Dikisahkan Farchan, lele ditolak karena konsumen jijik. Lele dikira dipelihara di tempat yang tak higienis. Sebagian masyarakat daerah ...

  • Mengenal Usaha Budidaya Ulat Sutra

    Posting: Senin, 8 Juli 2013 - Hit 24957 - Kontributor:

    Kain Sutra  tentu sudah cukup akrab di tengah masyarakat kita, selain rasa nyaman pada saat dipakai kain Sutra  juga dikenal cukup halus. Sutra  yang dibuat dengan alat tenun tradisional atau Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) semakin menambah daya tarik kain Sutra . Sebagian orang tidak mengetahui bahwa kain Sutra  dibuat dari kokon ulat Sutra , namun bagi sebagian orang budidaya ...

  • Harga Cabai Rawit, Tomat, Bawang Bombay Naik Karena Musim Hujan

    Posting: Kamis, 12 Desember 2013 - Hit 8483 - Kontributor: Agromania

    Para ibu rumah tangga mesti bersiap-siap. Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok sayuran terpantau mulai merangkak naik memasuki musim penghujan ini.Pantauan kami, kenaikan harga paling signifikan terjadi pada cabai rawit hijau sekitar Rp 5.000 per kilogram (kg) dan bawang bombay Rp 7.000 per kg."Harga sayuran dari minggu lalu sudah mulai naik, mungkin mulai masuk musim hujan," ujar Suparmi (52), ...

  • Hitung-hitungan Bisnis Telur Puyuh

    Posting: Senin, 26 Mei 2014 - Hit 21068 - Kontributor: Agromania

    Permintaan telur burung puyuh terus menanjak dari hari ke hari. Satu peternak bisa kebanjiran pesanan hingga 8.000 telur per hari. Itu belum termasuk permintaan bibit dan daging burung puyuh. Omzet minimal Rp 10 juta per bulan.Telur burung puyuh menjadi kudapan primadona bagi sebagian orang. Permintaan telur binatang bernama Latin Coturnix japonica ini terus meningkat dari hari ke hari.Akibat ...