;
 
 
  home » artikel » Budidaya Bengkuang

Budidaya Bengkuang

Posting: Rabu, 5 Juni 2013 - Hit 13296 - Kontributor:

Obyek wisata Bogor bukan hanya Kebun Raya, dan Museum Zoologi. Talas, bengkuang, dan pisang, terutama pisang tanduk, juga melengkapi oleh-oleh wisata khas Bogor. Tiga komoditas itu, lalu dianggap sebagai komoditas pertanian khas Bogor. Talas dan pisang tanduk memang benar asli Indonesia, tetapi bengkuang adalah umbi dari kepulauan Karibia, dan Amerika Tengah. Nama Inggris bengkuang  jícama, atau Spanyol heekahmah, berasal dari bahasa Nahuatl (bahasa Aztex), xicamatl, dan hee-kah-mahtl). Sesuai asalnya, bengkuang juga disebut Mexican Potato, dan Mexican Turnip.

Bengkuang dipanen umbinya. Curah hujan di sekitar Bogor cukup tinggi, hingga umbi bengkuang di kawasan ini banyak mengandung air. Beda dengan umbi bengkuang dari Amerika Tengah, mengandung karbohidrat (pati) tinggi. Di negara-negara Amerika Tengah, bengkuang dibudidayakan untuk diambil patinya. Pati bengkuang sangat cocok untuk bubur dan kue makanan bayi, karena kelembutannya. Umbi bengkuang yang akan dipanen untuk diambil patinya, harus dipelihara paling tidak selama dua tahun. Hingga umbi itu sudah berserat, dan tidak bisa dikonsumsi segar.

Umbi yang akan dikonsumsi segar, harus dipanen pada tahun pertama, sejak penanaman. Budidaya bengkuang di sekitar Bogor dilakukan sepanjang tahun. Sebab curah hujan di kawasan ini merata sepanjang tahun. Hingga setiap saat, para wisatawan bisa menjumpai bengkuang dijajakan di kios di sepanjang jalur jalan raya ke Puncak, atau ke Sukabumi. Di kawasan yang musim hujannya terkonsentrasi selama lima, atau bahkan tiga bulan (NTT), bengkuang ditanam pada awal musim penghujan, dan dipanen pada musim kemarau ketika tanamannya sudah mati.

Bengkuang dibudidayakan dari benih biji. Petani biasanya menyisakan satu dua tanaman yang dibiarkan berbunga dan berbuah berupa polong, untuk digunakan sebagai benih pada musim tanam berikutnya. Tanaman lainnya sengaja dipangkas (dibuang) bunganya, agar tidak menghasilkan polong. Sebab bengkuang baru akan menghasilkan umbi, kalau semua bunga dibuang. Kalau bunga dibiarkan tumbuh menjadi polong, bengkuang tidak akan menghasilkan umbi. Polong bengkuang mirip dengan buncis, dengan bulu halus pada kulitnya.

Panjang polong bengkuang sekitar 10 cm, dengan biji sebesar biji buncis. Polong dan biji berwarna hijau ketika muda. Setelah tua, kulit polong berwarna abu-abu kehitaman, dan biji menjadi coklat. Biji inilah yang dipanen petani untuk benih. Apabila tidak segera ditanam, polong akan dibiarkan tetap utuh, tidak dikupas, dan disimpan di tempat yang kering. Biasanya petani menyimpan polong bermacam tanaman pada para-para di atas tungku dapur. Biji yang sudah terlanjur dikeluarkan dari polong, dan tidak akan segera ditanam, harus disimpan dalam wadah kaleng atau botol beling yang tertutup rapat.

Bengkuang menghendaki lahan yang gembur, terutama tanah vulkanis dengan bahan organik yang kaya. Meskipun daya adaptasi bengkuang terhadap bermacam jenis tanaman juga cukup tinggi. Agar pertumbuhan umbi bisa optimal, bengkuang menghendaki sinar matahari penuh sepanjang hari. Tanaman ini akan tumbuh baik pada lahan dengan ketinggian antara 200 sd. 800 m. dpl. Para petani biasanya mengolah lahan untuk ditanami bengkuang, dengan cangkul, kemudian dibuat guludan. Pada guludan itu dibuat lubang tanam menggunakan tugal. Ke dalam lubang tanam itulah dimasukkan satu  biji bengkuang sebagai benih.

Bengkuang merupakan tanaman memanjat, dengan cara membelit. Di habitat aslinya, bengkuang memanjat tanaman lain, untuk mengejar sinar matahari. Di areal penanaman, petani bisa memberinya ajir, sebagai tiang panjatan. Para petani di sekitar Bogor, jarang memberi ajir untuk bengkuang. Hingga tanaman menjalar memenuhi guludan, seperti halnya tanaman ubi jalar. Alasan petani tidak diberi ajir, adalah agar mudah membuang kuncup bakal bunga. Pembuangan dilakukan dengan memetik malai bunga satu per satu menggunakan tangan.

Bengkuang dipanen pada umur antara 8 sd. 10 bulan. Panen dilakukan dengan membabat seluruh tanaman. Sulur batang dan daun bengkuang, biasanya ditaruh di antara dua guludan. Pada waktu membongkar guludan untuk mengambil umbi bengkuang, sulur dan daun yang baru saja dibabat, sekalian ditimbun. Pembongkaran guludan dilakukan dengan hati-hati, agar mata cangkul tidak melukai umbi. Bengkuang  hasil panen diikat, dengan menyatukan pangkal batang yang masih melekat pada umbi, menggunakan tali bambu.

Meskipun bisa dibudidayakan sepanjang tahun, para petani di sekitar Bogor, hanya mau menanam bengkuang, agar panennya pas bertepatan dengan musim kemarau. Sebab pada musim penghujan, minat masyarakat untuk membeli bengkuang agak menurun. Selain dimakan segar, bengkuang paling disukai sebagai bahan rujak, bersama buah-buahan, dan ubi jalar merah. Dewasa ini bengkuang juga sering dijadikan bahan kosmetik, terutama untuk menghaluskan dan menyehatkan kulit wajah. Bengkuang bahan kosmetik, dipilih yang benar-benar sudah tua.

Terakhir, bengkuang juga dijadikan pengisi lumpia. Sebab produsen lumpia, sering kesulitan mendapatkan pasokan rebung segar secara kontinu. Rebung yang sudah layu berasa masam, dan beraroma pesing. Maka para pengusaha lumpia pun secara kreatif beralih ke bengkuang yang lebih mudah diperoleh. Sebenarnya, selain dipanen umbinya, bengkuang juga bisa dipanen bijinya sebagai bahan baku pestisida. Sebab dalam biji bengkuang, terkandung rotenon dalam volume yang cukup besar, sebagai bahan pestisida organik. (Foragri).

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • Meraup Milyaran Rupiah dari Bisnis Minyak Atsiri

    Posting: Jumat, 17 Oktober 2014 - Hit 57796 - Kontributor:

    Di usianya yang baru 23 tahun, mahasiswa sebuah universitas negeri di Yogjakarta ini kini sudah menjadi pengusaha sukses beromzet miliiaran rupiah. Namun untuk mendapatkan semua itu memerlukan perjuangan penuh liku. Berikut wawancara NOVA dengan pemuda asal Desa Ngargosari, Kec. Sukorejo, Kab. Kendal (Jateng).Omzet usaha minyak asiri milik Anda kini mencapai Rp2 miliar per tahun. Kok, bisa di ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (015)

    Posting: Sabtu, 9 September 2017 - Hit 20815 - Kontributor: Agromania

    Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (015) Pembeli Kopi ID Anggota: 0001515 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1515 Pembeli Kapulaga ID Anggota: 0001512 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1512 Pembeli Cengkeh ID Anggota: 0001506 Website Profil: www.agrosukses.com/id.156 Pembeli Bebek ID Anggota: 0001495 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1495 Pembeli Miko (sludge palm oil) ID ...

  • Daftar Anggota & Bisnis Terbaru (001)

    Posting: Selasa, 3 April 2018 - Hit 19754 - Kontributor: Agrosukses

    ID Anggota: 0003349Alamat Lengkap: pengasi baru, kec.bukit kerman, kab.kerinci, prov.jambi, kerinci, JambiBidang Bisnis: kulit kayu manisWeb Profil: www.agrosukses.com/id.3349Komoditi Bisnis: PerkebunanUraian Usaha: meyediakan kulit kayu manis asli kab. kerinci ID Anggota: 0003348Alamat Lengkap: Jalan bhakti, RT 004 RW 002 Gunung Batin Udik, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, Lampung ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (010)

    Posting: Kamis, 27 Oktober 2016 - Hit 22135 - Kontributor: Agrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli Ikan Air Tawar ID Anggota: 0001649 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1649 Pembeli BerasID Anggota: 0001645 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1645 Pembeli KelapaID Anggota: 0001638 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1638 Pembeli Keong SawahID Anggota: 0001630 Website Profil: www.agrosukses.com/id.163 Pembeli Jahe, Kentang, dan CabeID Anggota: 0001628 Website Profil: ...

  • Budidaya Sapi Bali

    Posting: Kamis, 6 Juni 2013 - Hit 25804 - Kontributor:

    Tulang sapi bali terbilang kecil ketimbang sapi jenis lain, tapi memiliki persentase daging lebih tebal. Permintaan jenis sapi inipun terus meningkat. Namun pembatasan penjualan oleh Pemerintah Daerah Bali membuat sapi bali semakin sulit didapatkan.Permintaan daging sapi yang terus naik membuat bisnis penggemukan dan pembibitan sapi sangat menguntungkan. Apalagi jika sapi yang dibudidayakan ...

  • Agar Komoditi/Produk Anda Laris Manis

    Posting: Rabu, 1 Februari 2017 - Hit 18714 - Kontributor: Agroindo

    Agar komoditi & produk agrobisnis Anda (pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, agroindustri) laris dijual di pasar lokal bahkan internasional, ada syarat-syarat tertentu yang harus Anda penuhi. Syarat-syarat tersebut mencakup persyaratan mutu, cara-cara pengemasan, pemberian label, sistem penyimpanan, dan lain-lain. Sudahkah Anda lakukan dengan benar? Ebook yang dibuat berdasarkan SNI ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 006

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 9482 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 006Profil Sukses Agrosukses.Com (025)ID Anggota: 0000304 Alamat Lengkap: Jl. Sukajadi No. 1 Bandung, bandung, Jawa BaratNama Lengkap: muhammad taufik Bidang Bisnis: ayam, sapi, jahe, pepaya, singkongWebsite Profil: agrosukses.com/id.34 Komoditi Bisnis: PertanianEmail: obayd.....@gmail.com Status Bisnis: Penjual LangsungHP/Ponsel: 085720xx2022 Nama Perusahaan: Indo Jaya ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 007

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 8159 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 007Profil Sukses Agrosukses.Com (030)ID Anggota: 0000298 Alamat Lengkap: Jl Gegerkalong girang no 69 Bandung, Bandung, Jawa BaratNama Lengkap: Hasyim Ahmad Bidang Bisnis: Ikan nilaWebsite Profil: agrosukses.com/id.298 Komoditi Bisnis: PerikananEmail: tasban....net@gmail.com Status Bisnis: MediatorHP/Ponsel: 022614xx565 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian Usaha: Mediator ...

  • UNDANGAN: Seminar Nasional Ikan Sidat

    Posting: Kamis, 26 Februari 2015 - Hit 17186 - Kontributor: Agromania

    Seminar Nasional Ikan SidatLangkah Jitu Keberhasilan Budidaya, Pemasaran, dan Pengolahan Ikan SidatLATAR BELAKANGKapasitas produksi ikan sidat (anguilla spp) di Indonesia diproyeksi mencapai 12.000 ton, namun realisasi produksinya tercatat hanya sebesar 500 ton atau sekitar 4% dari total kapasitas itu. Padahal, permintaan terus mengalir dari Jepang, Korea, Taiwan, Australia dan Amerika. Pusat ...

  • Investasi Pohon Jabon dan Sengon

    Posting: Jumat, 14 Juni 2013 - Hit 20037 - Kontributor:

    Investasi di sektor kehutanan makin marak. Selain sengon, jenis pohon yang sering menjadi pilihan investasi adalah jabon. Pohon jabon mirip dengan pohon jati namun mampu tumbuh lebih cepat. Kayu pohon ini konon cocok sebagai bahan baku industri kayu seperti plywood, pulp, dan juga kertas.Salah satu perusahaan yang menawarkan investasi pohon jabon dan sengon adalah Timber Estate dari PT ASA ...