;
 
 
  home » artikel » Budidaya Sapi Bali

Budidaya Sapi Bali

Posting: Kamis, 6 Juni 2013 - Hit 25426 - Kontributor:

Tulang sapi bali terbilang kecil ketimbang sapi jenis lain, tapi memiliki persentase daging lebih tebal. Permintaan jenis sapi inipun terus meningkat. Namun pembatasan penjualan oleh Pemerintah Daerah Bali membuat sapi bali semakin sulit didapatkan.

Permintaan daging sapi yang terus naik membuat bisnis penggemukan dan pembibitan sapi sangat menguntungkan. Apalagi jika sapi yang dibudidayakan adalah jenis sapi unggul seperti sapi bali.

Dari tampang, sapi bali tampak lebih kecil ketimbang postur badan sapi jenis lain, misalnya sapi peranakan ongole (PO). Namun sapi bali memiliki rasio daging lebih banyak ketimbang sapi PO.

Keunggulan sapi bali ini diakui oleh Dayan Antoni, Manajer PT Santosa Agrindo, salah satu perusahaan yang berkecimpung di bisnis daging sapi. Ia mengatakan, pada dasarnya, sapi bali tidak kalah dengan sapi brahman dan sapi limosin. Menurutnya, sapi bali cocok sebagai bahan baku usaha penggemukan sapi.

Hal senada diungkapkan oleh peternak sapi bali, I Gede Gunawan Tika. Dia mengatakan bahwa permintaan jenis sapi yang berasal dari Bali ini terus meningkat setiap tahun. Dengan bobot badan hingga mencapai 500 kilogram (kg) per ekor, permintaan sapi bali meningkat 50% saat menjelang Ramadan.

Seperti juga sapi lokal lain, daging sapi bali dijual dalam keadaan segar karena biasanya setelah disembelih langsung dijual ke pasar. Menurut Gede, ini berbeda dengan daging sapi impor yang datang dalam keadaan beku.

Itulah sebabnya, Gede yang telah menekuni bisnis turun-temurun ini mampu menjual 700 ekor sapi berbobot minimal 350 kg per ekor dalam sebulan.

Sebanyak 700 ekor sapi hidup itu biasanya dikirim ke Pulau Jawa dan Kalimantan. Dari jumlah itu, tiap bulan dia mengirimkan 400 ekor sapi ke Pulau Jawa, sedangkan 300 ekor sapi dikirim ke Kalimantan.

Dari penjualan sapi-sapi tersebut, Gede mengaku bisa mengantongi omzet Rp 5,34 miliar sebulan. "Untuk satu ekor sapi kita jual dengan harga Rp 21.800 per kilogram," katanya.

Sebenarnya, Gede sanggup menjual sapi lebih banyak. Namun saat ini Pemerintah Daerah Bali membatasi jumlah pengiriman yang boleh keluar Pulau Dewata. Pembatasan pengiriman sapi ini mengurangi potensi keuntungan bagi Gede. "Pemerintah Bali menetapkan jumlah sapi yang boleh diperdagangkan dalam satu tahun sekitar 64.573 ekor," terangnya.

Akibat pembatasan tersebut, para pedagang sapi bali pun sulit menaikkan omzet penjualan sapi antarpulau. Gede pun berharap Pemda Bali meninjau kembali ketentuan pembatasan perdagangan sapi bali.

Pembatasan jumlah sapi yang boleh dijual oleh Pemda Bali juga membuat Syaiful, penjual dan peternak sapi asal Banyuwangi, Jawa Timur kesulitan mendapatkan pasokan sapi bali. "Pasar untuk sapi bali ini terbuka lebar, namun persediaannya sangat terbatas," ujarnya.

Syaiful mengklaim dalam seminggu harus menyediakan minimal 50 ekor sapi sapi bali untuk memenuhi berbagai pesanan yang datang. Dia membanderol harga sapi bali Rp 25.000 per kg bobot hidup. Walhasil, dia melepas satu ekor sapi bali dengan bobot 500 kg di harga Rp 12,5 juta.

Untuk memenuhi pasokan sapi bali, ia harus menjelajahi Pulau Bali. Persoalannya, tidak seluruh masyarakat Bali membudidayakan sapi. Hanya masyarakat Bali Barat yang hampir rata-rata memelihara sapi. Itu pun jumlahnya tak mencukupi pesanan. Jalaran itu, Syaiful harus berpindah-pindah ke berbagai wilayah di Bali demi memburu sapi.

Ketimbang sapi limosin dari Australia atau sapi brahman dari India, sapi bali lebih mudah diternakkan. Sayang, peternak di luar Pulau Bali kesulitan mendapat induk sapi bali berkualitas lantaran ada larangan mengirim induk sapi bali oleh Pemda Bali.

Beternak sapi bali memiliki keunggulan, ketimbang jenis sapi lain seperti sapi brahman (India) atau limosin (Australia). Sapi bali lebih akrab dengan iklim tropis di negeri ini.

Dayan Antoni, Manajer PT Santosa Agrindo, salah satu perusahaan yang berbisnis daging sapi, mengatakan, penggemukan sapi bali di Indonesia tidak bergantung musim dan cocok di semua tempat. "Sapi bali bisa hidup di dataran tinggi, maupun dataran rendah. Bahkan di pinggir pantai sekalipun," kata Dayan.

Sapi bali juga unggul dalam produktivitas. Masa kehamilan sapi bali satu tahun. Adapun sapi impor harus menyesuaikan diri terlebih dulu sebelum berkembang biak. Masa kehamilan sapi brahman hingga beranak memakan waktu 1 tahun 2 bulan.

Sayangnya, dengan berbagai keunggulan itu, budi daya sapi bali sulit dilakukan di luar Bali. Hingga kini, "Pemerintah Daerah Bali masih melarang pengiriman induk sapi bali ke luar daerah," ujar I Gede Gunawan Tika, peternak sapi bali di Pulau Dewata.

Itu pula yang menyebabkan bisnis sapi Syaiful tersendat. Meski banyak permintaan, peternak dan pedagang sapi asal Banyuwangi, Jawa Timur ini tak bisa menyediakan induk sapi. "Jika ada pengiriman, itu sapi betina yang tak lagi produktif," ujarnya.

Pembatasan jumlah sapi yang boleh dikirim dari luar Bali juga menyebabkan Syaiful harus datang ke Bali untuk memperoleh pasokan. Meski paham dengan tujuan Pemda Bali yang ingin melestarikan sapi bali, Syaiful menyayangkan keputusan itu. Toh, banyak peternak sapi yang sejatinya bisa mengembangkan sapi bali di lain daerah bila memiliki induk berkualitas.

Memiliki struktur tulang kecil dan daging yang tebal, Dayan melihat kualitas sapi bali saat ini mulai menurun. Misalnya, bobot sapi semakin susut dan sulit mendapatkan bobot optimal saat digemukkan. Ia menduga, penurunan kualitas bakalan sapi bali ini merupakan imbas penurunan kualitas induk sapi bali.

Dia membandingkan, 15 tahun lalu masih bisa menjumpai sapi bali berbobot 500 kilogram (kg). "Sekarang susah ketemunya," ujarnya. Ia menduga penurunan kualitas lantaran sering terjadi perkawinan sapi dalam satu keluarga.

Dayan berharap, Pemda Bali memperhatikan kualitas induk sapi. Induk berkualitas wahid tentu akan menghasilkan bibit-bibit sapi unggulan. "Kalau perlu, harus ada pengembangan genetik bila dibutuhkan," ujarnya.

Jika kondisi ini dibiarkan, impor sapi akan merajalela. Sayang, bila pasar yang besar ini lantas disesaki oleh sapi dan daging impor.

Padahal, dengan budidaya yang baik, para peternak sapi yakin mampu menghasilkan sapi gemuk dengan kualitas yang sebanding dengan sapi impor.

Gede yang kini berusia 31 tahun ini bercerita, selain tahan terhadap cuaca, budidaya sapi bali juga gampang saja. Sapi bali membutuhkan makanan berupa rumput dan dedak dalam jumlah yang cukup. Untuk meningkatkan bobot sapi, peternak biasanya menambah asupan nutrisi dan juga vitamin. (Kontan).

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (005)

    Posting: Rabu, 17 Agustus 2016 - Hit 12825 - Kontributor: Agrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli IkanID Anggota: 0002372 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2372 Pembeli Kunyit, Kencur , Jahe, LadaID Anggota: 0002370 Website Profil: www.agrosukses.com/id.237 Pembeli Kelapa Sawit, Ternak Ikan Lele dan NilaID Anggota: 0002365 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2365 Pembeli Kelapa, Kunyit, Jahe MerahID Anggota: 0002364 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2364 Pembeli Kelapa, ...

  • SOLUSI AGROSUKSES: Tanah Tidak Subur

    Posting: Jumat, 9 Januari 2015 - Hit 6080 - Kontributor:

    Saya mempunyai tanah seluas 3.000 m2, berlokasi di Parung, Bogor. Namun, sebagian besar hanya bisa ditanam singkong dan hasilnya pun ada rasa pahitnya. Jika ditanam tanaman buah, hasilnya tidak memuaskan. Tanaman sulit tumbuh dan kurang sehat.Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya kemukakan :Bagaimana cara mengembalikan kesuburannya?Bagaimana memupuk tanaman buah yang sudah besar?Bagaimana ...

  • Rupiah Melempem, Harga Buah Impor Melonjak

    Posting: Kamis, 12 Desember 2013 - Hit 5312 - Kontributor: Agromania

    Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, ternyata membawa dampak kenaikan harga yang cukup signifikan bagi sejumlah barang komoditas. Salah satunya terjadi pada harga buah impor di DIY yang melonjak di atas 40 persen.Pemilik Toko Mutiara Buah, Makin mengatakan harga buah-buahan impor kecuali dari Cina mengalami lonjakan harga yang cukup drastis hingga 40 persen akibat ...

  • Daftar Anggota & Bisnis Terbaru (002)

    Posting: Kamis, 5 April 2018 - Hit 19055 - Kontributor: Agrosukses

    ID Anggota: 0003335Alamat Lengkap: Perumahan Dasana Indah, Tangerang, BantenBidang Bisnis: ayamWeb Profil: www.agrosukses.com/id.3335Komoditi Bisnis: PertanianUraian Usaha: Usaha sebagai mediator ID Anggota: 0003334Alamat Lengkap: Semanan raya jakarta barat, jakarta barat, DKI JakartaBidang Bisnis: KelapaWeb Profil: www.agrosukses.com/id.3334Komoditi Bisnis: PertanianUraian Usaha: Jual beli ...

  • Melirik Tingginya Harga Bekicot

    Posting: Kamis, 14 Mei 2015 - Hit 19947 - Kontributor: Agromania

    Di Prancis dan negara Eropa lain, bekicot dikenal sebagai escargot yang diolah menjadi hidangan lezat. Kini populasi bekicot di Eropa terancam punah karena serangan cacing pipih New Guinea. Hal ini bisa membuat harga escargot semakin mahal. Menurut The Daily Meal, para pegawai kebun raya di Normandy, Prancis baru-baru ini dikejutkan dengan keberadaan cacing pipih berwarna gelap di antara tanaman ...

  • TERSEDIA Paket Materi Belajar Ekspor (Khusus Pertanian & Perkebunan)

    Posting: Senin, 8 Juli 2019 - Hit 439 - Kontributor: PT Agromania Mitra Artha

    Pengusaha agrobisnis kaya raya Almarhum Bob Sadino pernah mengatakan,”Mengapa petani/pekebun/produsen/pebisnis & mediator agrobisnis kita tidak kaya2 dan hidupnya begitu2 saja dari tahun ke tahun? Jawabannya: karena mereka hanya terpaku pada pasar lokal. Tidak berani melakukan ekspor. Padahal kegiatan ekspor adalah hal yang sangat mudah dan bisa dipelajari serta dilakukan oleh siapa ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 001

    Posting: Minggu, 23 Agustus 2015 - Hit 2784 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 001Profil Sukses Agrosukses.Com (001)ID Anggota: 0000332 Alamat Lengkap: Jl. Bekisar 24 Solo, Solo, Jawa TengahNama Lengkap: Bambang S Bidang Bisnis: Minyak Goreng Bekas, Palm Acid OilWebsite Profil: agrosukses.com/id.332 Komoditi Bisnis: PertanianEmail: cc….@gmail.com Status Bisnis: Penjual LangsungHP/Ponsel: 081216xx3754 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian Usaha: ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (012)

    Posting: Jumat, 7 April 2017 - Hit 23330 - Kontributor: Agromania

    Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (012) Pembeli Cengkeh, vanili dll ID Anggota: 0003237 Website Profil: www.agrosukses.com/id.3237 Pembeli Buah-buahan ID Anggota: 0003228 Website Profil: www.agrosukses.com/id.3228 Pembeli Bebek ID Anggota:  0003227 Website Profil: www.agrosukses.com/id.3227 Pembeli Budidaya pepaya california dan jagung ID Anggota: 0003218 Website Profil: ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 003

    Posting: Minggu, 23 Agustus 2015 - Hit 5112 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 003Profil Sukses Agrosukses.Com (011)ID Anggota: 0000321 Alamat Lengkap: Perum Sadang Sari Blok A 5 Rt/Rw. 002/004 Kel Ciseureuh Kec Purwakarta Kab Purwakarta, Purwakarta, Jawa BaratNama Lengkap: R Riyan Romayanda K Bidang Bisnis: KelapaWebsite Profil: agrosukses.com/id.321 Komoditi Bisnis: PerkebunanEmail: bean….@yahoo.com Status Bisnis: SupplierHP/Ponsel: ...

  • (001) Panggilan Kepada Calon Anggota

    Posting: Jumat, 5 Juli 2013 - Hit 5754 - Kontributor:

    Daftar Nama berikut adalah Calon Anggota Agrosukses Business Club (ABC) yang telah lama mendaftar (lebih dari 1 minggu) tapi belum juga menyelesaikan urusan administrasi. Diharap segera menyelesaikannya. Harap hubungi: agrokontak@gmail.com. Terima kasih.Wilfri J. HutabaratKTP: 1271150406860003ALAMAT: Jl.Sei Sikundur No.14, Medan, Sumatra UtaraRobertus J HerbiantoroKTP: 3674032502650003ALAMAT: Jl ...