;
 
 
  home » artikel » "Harta" Itu Bernama Kerapu

"Harta" Itu Bernama Kerapu

Posting: Kamis, 6 Juni 2013 - Hit 21106 - Kontributor:

Indonesia boleh berbangga. Kekayaan biota laut perairan kita ibarat ”surga” yang kerap membuat iri negara lain. Adalah kerapu (Epinephelinae) salah satu komoditas unggulan yang sukses diternakkan di Tanah Air dan banyak diburu negara lain.

Seorang pengusaha ikan kawakan pernah menuturkan, perairan Indonesia terpengaruh oleh dua musim subur bagi perkembangbiakan ikan-ikan laut. Hanya saja potensi itu belum diperhatikan, termasuk oleh negara.
Saat ini pasar ikan kerapu tidak terdengar gaungnya di dalam negeri sebab sebagian besar produknya ”dilarikan” ke luar negeri. Harga ikan dengan ciri tutul-tutul atau belang-belang di tubuhnya ini mencapai Rp 500.000 per kilogram.

Sebagai ilustrasi, harga ekspor kerapu bebek saat ini 50 dollar AS (sekitar Rp 465.000) per kg, kerapu macan 11 dollar AS per kg, dan kerapu lumpur 10 dollar AS per kg. Ukuran kerapu yang diekspor minimal 500 gram per ekor.

Bangun Sitepu, pembudidaya kerapu di Lampung Barat, menuturkan, ekspor kerapu ke Asia terus naik seiring tingginya minat penduduk Asia Timur mengonsumsi kerapu. Apalagi tidak banyak negara di Asia mampu membudidayakan kerapu di wilayah perairannya.

Beberapa jenis kerapu yang sukses dibudidayakan di Tanah Air meliputi kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) dan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang harga jualnya tinggi. Selain budidaya, produksi kerapu juga diperoleh dari penangkaran hasil tangkapan alam, di antaranya kerapu sunu (Plectropomus spp) dan kerapu lumpur (Epinephelus suillus).

Sitepu menuturkan, banyak pembudidaya kerapu asal Thailand, Malaysia, Hongkong, dan China membeli benih kerapu bebek dari Indonesia untuk dikembangbiakkan. Namun, upaya pemijahan itu kerap gagal.

”Sudah 10 tahun terakhir pembudidaya kerapu luar negeri membeli benih kerapu bebek untuk dibudidayakan, tetapi hasilnya sulit karena kerapu bebek dan macan ternyata lebih cocok berkembang biak di perairan Indonesia,” ujar Sitepu, yang juga Ketua Forum Komunikasi Kerapu Lampung.

Produksi kerapu di Tanah Air tersebar di sejumlah daerah. Kerapu bebek, misalnya, tersebar di Lampung, Bali, Lombok, Sumbawa, Bangka Belitung, dan Ambon. Adapun kerapu sunu yang mengandalkan hasil tangkapan alam di Sumatera.

Tingginya permintaan ekspor membuat konsumen luar negeri rela ke sentra-sentra produksi kerapu di sejumlah perairan Indonesia guna memburu ikan bernilai mahal itu.

”Berapa pun hasilnya, pasti diserap pasar. Ini membuat nilai tawar kerapu cenderung tinggi,” ujar Sitepu.

Budidaya kerapu mendorong pertumbuhan usaha pembenihan. Benih kerapu saat ini dijual rata-rata Rp 12.000-Rp 14.000 per ekor benih ukuran 6-7 cm. Namun, pasokan benih terkadang terbatas.

Di Belitung, misalnya, kebutuhan benih kerapu mencapai 10.000-15.000 ekor. Namun, terkadang para pembenih tidak mampu memasok semuanya.

Dedi Yusrifan, pembenih kerapu di Belitung, menuturkan, kegagalan pembenihan kerap dipicu oleh mutu telur yang kurang baik dan cuaca yang tidak mendukung.

Belum didukung
Kendati prospek usahanya tinggi, belum banyak orang berani terjun ke usaha ikan kerapu. Total areal budidaya kerapu secara nasional saat ini baru 84.500 hektar, hanya 2,51 persen dari potensi budidaya laut seluas 3,36 juta hektar.

Kendala budidaya itu dipicu oleh usaha kerapu yang padat modal dengan masa produksi relatif lama. Budidaya kerapu macan, misalnya, membutuhkan waktu 1 tahun 7 bulan untuk ukuran siap ekspor. Kerapu bebek mencapai 10 bulan, sedangkan penangkaran kerapu hasil tangkapan membutuhkan 10 bulan hingga 1 tahun.

Modal operasional budidaya kerapu juga tinggi. Dibutuhkan dua jenis pakan, yakni pakan berupa ikan kecil seharga Rp 2.500-3.000 per kg serta pelet Rp 55.000 per kg. Setiap KJA kerapu berisi 250 ikan membutuhkan rata-rata 3-6 kg pakan ikan setiap hari, di luar kebutuhan pelet.

Usaha kerapu yang sebagian besar dikembangkan di daerah terpencil juga terganjal pasokan listrik, transportasi, maupun minimnya pendampingan dari pemerintah. Zonasi kawasan budidaya yang belum diatur membuat lokasi budidaya kerap tumpang tindih dengan alur pelayaran ataupun terkontaminasi limbah.

Sementara itu, pembiayaan untuk sektor perikanan masih dihindari oleh perbankan. Akibatnya, kredit usaha perikanan terbelakang dengan realisasi di bawah 1 persen per tahun.

Tahun 2009 telah ada kesepakatan Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Bank Indonesia untuk meningkatkan pendampingan usaha kecil dan menengah agar memperoleh akses pembiayaan perbankan serta informasi pola pembiayaan komoditas unggulan perikanan. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil.

Andai dikelola dengan tepat, potensi kerapu akan membangkitkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Imbal balik berupa pendapatan dan devisa sudah tentu juga dinikmati negara. (BM Lukita Grahadyarini/Kompas)

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • Kiat Jitu Berbudidaya Bekicot

    Posting: Senin, 26 Mei 2014 - Hit 6954 - Kontributor: Agromania

    Budidaya bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara mudah, baik besarnya maupun usianya. Dengan demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya ...

  • Produksi Kedelai-Jagung Turun, Pemerintah Genjot Impor

    Posting: Kamis, 19 Desember 2013 - Hit 6420 - Kontributor: Agromania

    Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Sasmito Hadi Wibowo mengatakan Indonesia akan banyak mengimpor jagung, kedelai, dan gandum yang memang tidak diproduksi di Indonesia. Terlebih, terdapat indikasi produksi jagung dan kedelai yang menurun pada akhir 2013.“Alasan impor adalah kebutuhan pangan yang luar biasa tinggi, sementara produksi dalam negeri kurang” ujar ...

  • SOLUSI AGROSUKSES: Pepaya Sukun

    Posting: Kamis, 23 Oktober 2014 - Hit 5977 - Kontributor: Agromania

    MASALAH:Saya mempunyai pepaya sukun berumur 20 bulan. Pada umur 5 bulan berbuah lebat. Buah tidak berbiji, tapi di dalam rongga terdapat daging buah sebesar ibu jari tangan. Panjang buah 16-21 cm, diameter 9-11 cm, tebal daging 2 cm, bobot rata-rata 0,750 kg. Warna kulit buah matang merah kekuning-kuningan. Rasa manis dan sedikit berair. Buah tahan 5-7 hari sejak matang pohon. Pepaya itu ...

  • Testimoni/Saran/Harapan

    Posting: Senin, 24 Agustus 2015 - Hit 5566 - Kontributor: Agromania

    Testimoni/Saran/HarapanNama Lengkap: Iriani WibowoTelp/Fax: 0321-6206xxxHP/Ponsel: 081332443xxxAlamat Lengkap: Jl. Pacar 90 RT 05 RW 13 Sooko, Mojokerto - Jawa TimurBidang Bisnis: PeternakanKomoditi/Produk Bisnis: Cacing Lumbricus tigerStatus Bisnis: Penjual & PembeliNama Perusahaan (bila ada):Jabatan (bila ada):Alamat Kerja/Kantor: Jl. Pacar 90 RT 05 RW 13 Sooko, Mojokerto - Jawa ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (012)

    Posting: Jumat, 7 April 2017 - Hit 23983 - Kontributor: Agromania

    Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (012) Pembeli Cengkeh, vanili dll ID Anggota: 0003237 Website Profil: www.agrosukses.com/id.3237 Pembeli Buah-buahan ID Anggota: 0003228 Website Profil: www.agrosukses.com/id.3228 Pembeli Bebek ID Anggota:  0003227 Website Profil: www.agrosukses.com/id.3227 Pembeli Budidaya pepaya california dan jagung ID Anggota: 0003218 Website Profil: ...

  • Untung Ratusan Juta Rupiah dari Budidaya Ikan Kerapu

    Posting: Rabu, 22 Oktober 2014 - Hit 10495 - Kontributor: Agromania

    Budidaya Ikan Kerapu, kini menjadi salah satu usaha yang menjanjikan omzet tinggi bagi warga Lamongan, Jawa Timur. Terbatasnya komoditas ikan kerapu di pasaran, membuat harga ikan yang dagingnya gurih dan kaya protein ini relatif stabil. Sehingga, warga mulai menekuni usaha ini sebagai sumber mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya.Para petani tambak di desa Labuhan, Kecamatan Brondong, ...

  • Daftar Permintaan (Rutin & Kontinyu) 006

    Posting: Sabtu, 4 Mei 2019 - Hit 8906 - Kontributor: Agromania

    Dibeli Ikan-ikan Segar untuk Ekspor Kami adalah eksporter, produsen dan juga trading sejak tahun 1980. Kami bersedia membeli ikan-ikan segar (tuna) untuk diekspor ke Singapura, Malasya, Thailand, Cina, dan Jepang. Dibutuhkan Mangga, Pepaya, dan Melon Jika Anda produsen buah-buahan seperti mangga, pepaya, melon, silahkan kirimkan penawaran Anda. Kami berniat membelinya jika kualitasnya baik ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (010)

    Posting: Kamis, 27 Oktober 2016 - Hit 22085 - Kontributor: Agrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli Ikan Air Tawar ID Anggota: 0001649 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1649 Pembeli BerasID Anggota: 0001645 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1645 Pembeli KelapaID Anggota: 0001638 Website Profil: www.agrosukses.com/id.1638 Pembeli Keong SawahID Anggota: 0001630 Website Profil: www.agrosukses.com/id.163 Pembeli Jahe, Kentang, dan CabeID Anggota: 0001628 Website Profil: ...

  • Daftar Permintaan (Rutin & Kontinyu) 001

    Posting: Selasa, 19 Maret 2019 - Hit 19918 - Kontributor: Agromania

    Butuh Mahkota Dewa Dalam Jumlah Banyak Kami adalah perusahaan supplier di bidang agrobisnis sejak tahun 2002. Saat ini kami membutuhkan pasokan rutin mahkota dewa  sebanyak 2 ton per bulan. Silahkan kirimkan penawaran Anda. Butuh Bibit Ikan dalam Jumlah Banyak Jika ada penawaran bibit-bibit ikan dengan harga lebih murah dari harga pasaran, saya bersedia membelinya dalam jumlah banyak. Saya ...

  • Harga Telur Merangkak Naik

    Posting: Kamis, 12 Desember 2013 - Hit 5389 - Kontributor: Agromania

    Menjelang Natal tahun ini, harga kebutuhan pokok seperti telur merangkak naik. Harga telur itik atau bebek naik Rp 21-22 ribu per kilogram. Sedangkan harga di tingkat agen Rp 19 ribu per kilogram. Kenaikan itu juga terjadi pada telur ayam yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat.Sutono, salah satu agen telur di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Minggu (8/12/2013) mengatakan, kenaikan ini sudah ...