;
 
 
  home » artikel » PROFIL SUKSES: Farchan Memopulerkan Lele di Kalimantan

PROFIL SUKSES: Farchan Memopulerkan Lele di Kalimantan

Posting: Sabtu, 22 Juni 2013 - Hit 8495 - Kontributor:

Dulu, lele sama sekali tak dilirik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Konsumen menganggap ikan itu hidup di lingkungan yang kotor. Namun, Farchan Slamet (38) bersama para petani ikan mengubah stigma itu. Sekarang, ia malah kewalahan melayani permintaan lele.

Dikisahkan Farchan, lele ditolak karena konsumen jijik. Lele dikira dipelihara di tempat yang tak higienis. Sebagian masyarakat daerah tertentu malah menganggap lele bukan ikan.

Farchan memelihara lele sejak tahun 2002. Namun, pandangan negatif itu membuat Farchan susah menjual lele. Ia menawarkan lele kepada penjual ikan, tapi ditolak. Farchan mengalihkan target kepada pengelola warung tenda, tapi mereka pun enggan menerima lele. ”Katanya, daging lele kenyal seperti karet. Jorok lagi. Akhirnya, saya kasih dulu lele untuk 10 warung tenda. Bayar belakangan,” ucap Farchan.

Tiap-tiap warung tenda diberi 2 kilogram (kg) lele. Itu pun hanya lima pengelola warung tenda yang setuju. ”Kalau laku, baru dilunasi. Tidak laku, tak usah bayar. Lele seperti tak ada harganya. Dibuang-buang,” ungkap Farhan. Ayah dari M Zuhal Alifardani (11) dan M Fathoni Putrafardani (8) itu kembali dua hari kemudian. Ternyata pengelola warung tenda justru menyodorkan permintaan lele tambahan.

Ia lakukan apa pun agar lele dikonsumsi lebih luas. Karena itu, ia juga merangkul petani ikan untuk membudidayakan lele. Demi menggairahkan minat petani, Farchan mempertaruhkan kelangsungan usahanya. Ia memberi jaminan, lele pasti dibeli. ”Tapi, kalau lele tak dijual, saya bangkrut. Maka, pasar harus terus dicari,” kenangnya.

Ia juga menghadapi masyarakat yang antipati terhadap lele dengan membuat abon dan kerupuk. Setelah memakannya, mereka diharapkan bisa mengonsumsi lele. Pesanan teratur akhirnya diperoleh Farchan tahun 2005 sekitar 5 kuintal per bulan dengan langganan pengelola warung tenda. Seiring dengan itu, petani ikan mitra Farchan terus bertambah hingga 300 orang saat ini.

Kapasitas produksi lele dari Farchan dan rekan-rekannya sekitar 750 kg per minggu. Respons amat positif pada lele diindikasikan dari besarnya permintaan pelanggan. Lele yang dipasok Farchan baru bisa memenuhi 25 persen dari total permintaan.

Total lele yang diminta mencapai 3 ton per minggu. Farchan menyalurkan lele kepada 35 pelanggan, mulai dari warung tenda, restoran, hotel, hingga pabrik pengalengan ikan. Di Kalteng, Farchan memasok lele ke Palangkaraya serta Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Timur, Murung Raya, Barito Selatan, dan Gunung Mas.

Pasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga Balikpapan, Kalimantan Timur, pun dirambah. Sayangnya, ujar Farchan, jalan dari Kalteng ke Kalimantan Barat belum bisa ditembus. Ia yakin pasar Kalbar bisa dijangkau. ”Rasio permintaan dan stok sekarang semakin jauh. Setahun lalu, konsumen minta 100 kg per bulan, misalnya, hanya diberi 50 kg. Kini, bisa tidak dapat sama sekali,” kata Farchan.

Prospek bagus

Prospek yang amat baik tentu membuat petani lele kian semangat. Harga lele di petani sekitar Rp 11.000 per kg dan di pasar Rp 20.000-Rp 25.000 per kg. ”Tinggi dibanding harga rata-rata di Jawa Rp 8.000-Rp 10.000 di petani dan Rp 13.000 per kg di pasar,” kata Farchan.

Bahkan, kini ada pembeli di Palangkaraya yang menghargai lele di tingkat petani sebesar Rp 20.000 per kg. Kini banyak masyarakat di Palangkaraya yang memelihara lele. Farchan pun tak segan memberikan bibit sebagai stimulus. ”Kadang, saya beri 100 ekor untuk setiap petani. Saya memberikan masukan untuk mengembangkan usaha agar berhasil,” ujarnya.

Risiko selalu ada. Beberapa kali pembayaran tak dilunasi. Padahal, lele sudah disebar di kolam pembeli bibit. ”Paling besar rugi tahun 2007. Dibawa kembali tak mungkin karena bibit bisa mati. Tapi, setelah dilepas, kewajiban Rp 7,5 juta tak dibayar,” lanjutnya.

Fluktuasi harga lele kerap merugikan petani. Farchan berupaya mencegah risiko itu dengan menetapkan harga Rp 11.500 per kg di petani dan menjualnya Rp 14.000 per kg ke restoran. Lantaran ingin menjaga harga, tak jarang Farchan merugi.

Ia mulai mencoba menghasilkan bibit lele tahun 2008. Farchan pun mengajak petani bisa melakukan langkah yang sama. ”Selain itu, sudah dua tahun belakangan saya juga menambah komoditas, yakni gurami, dan permintaannya pun banyak,” kata Farchan.

Harapan suami Isnaeni (38) yang belum tercapai adalah menjadikan Palangkaraya sebagai pengekspor ikan. Masih banyak lahan telantar yang bisa dimanfaatkan. Produksi yang besar akan mendorong berdirinya industri.

Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 16 Maret 1973, itu berangan-angan, produk yang dipasarkan tak hanya abon dan kerupuk, tetapi juga kalengan hingga ikan asap. ”Ekspor ikan asap. Bukan ekspor asap dari kebakaran hutan,” ucap Farchan sambil tertawa. (Kompas).

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • Meraup Milyaran Rupiah dari Bisnis Minyak Atsiri

    Posting: Jumat, 17 Oktober 2014 - Hit 57797 - Kontributor:

    Di usianya yang baru 23 tahun, mahasiswa sebuah universitas negeri di Yogjakarta ini kini sudah menjadi pengusaha sukses beromzet miliiaran rupiah. Namun untuk mendapatkan semua itu memerlukan perjuangan penuh liku. Berikut wawancara NOVA dengan pemuda asal Desa Ngargosari, Kec. Sukorejo, Kab. Kendal (Jateng).Omzet usaha minyak asiri milik Anda kini mencapai Rp2 miliar per tahun. Kok, bisa di ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (007)

    Posting: Jumat, 26 Agustus 2016 - Hit 10295 - Kontributor: Agrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli Beras, Palawija & Sembako lainnyaID Anggota: 0002067 Website Profil: www.agrosukses.com/id.267 Pembeli BuahID Anggota: 0002065 Website Profil: www.agrosukses.com/id.265 Pembeli Jahe Merah & Ayam Petelur RocingID Anggota: 0002057 Website Profil: www.agrosukses.com/id.257 Pembeli Ayam dan PerikananID Anggota: 0002052 Website Profil: www.agrosukses.com/id.252 Pembeli Kopi, Pala, ...

  • Kayumanis yang Diminati Pembeli

    Posting: Selasa, 27 Januari 2015 - Hit 17223 - Kontributor: Agromania

    Di antara kelompok pembeli kayumanis, Amerika Serikat paling cerewet menerapkan aturan soal standar mutu. Negeri Paman Sam mensaratkan beberapa kriteria seperti: bersih dari kotoran dan jamur, kulit kuning kecokelatan, berkadar air maksimal 14%, dan memiliki kandungan minyak 1,5-2,75%.Keinginan mereka wajar. Sebab kayumanis itu akan dipakai untuk bahan campuran makanan, minuman dan bahan baku ...

  • Profil Sukses Pebisnis Agrosukses (002)

    Posting: Kamis, 6 Juni 2013 - Hit 18112 - Kontributor:

    Profil Sukses: KrisEmail: xxxcahayautama@gmail.comTelp/Fax: 022-60713xxHP/Ponsel: 081227006xxxAlamat Lengkap: gempolsari-bandungWebsite (bila ada):Bidang Bisnis: PertanianKomoditi/Produk Bisnis: pengadaan pisang mentah, biji kopi, cengkeh, berasStatus Bisnis: Penjual LangsungNama Perusahaan (bila ada): CV Cahaya UtamaJabatan (bila ada): pemilikAlamat Kerja/Kantor: Jl Bojongraya-BandungProfil ...

  • PROFIL SUKSES AGROSUKSES 001

    Posting: Minggu, 23 Agustus 2015 - Hit 2969 - Kontributor: ABC

    PROFIL SUKSES AGROSUKSES 001Profil Sukses Agrosukses.Com (001)ID Anggota: 0000332 Alamat Lengkap: Jl. Bekisar 24 Solo, Solo, Jawa TengahNama Lengkap: Bambang S Bidang Bisnis: Minyak Goreng Bekas, Palm Acid OilWebsite Profil: agrosukses.com/id.332 Komoditi Bisnis: PertanianEmail: cc….@gmail.com Status Bisnis: Penjual LangsungHP/Ponsel: 081216xx3754 Nama Perusahaan: Jabatan Uraian Usaha: ...

  • SOLUSI AGROSUKSES: Tanah Tidak Subur

    Posting: Jumat, 9 Januari 2015 - Hit 6303 - Kontributor:

    Saya mempunyai tanah seluas 3.000 m2, berlokasi di Parung, Bogor. Namun, sebagian besar hanya bisa ditanam singkong dan hasilnya pun ada rasa pahitnya. Jika ditanam tanaman buah, hasilnya tidak memuaskan. Tanaman sulit tumbuh dan kurang sehat.Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya kemukakan :Bagaimana cara mengembalikan kesuburannya?Bagaimana memupuk tanaman buah yang sudah besar?Bagaimana ...

  • FREE download! (Pustaka Agro)

    Posting: Rabu, 11 September 2019 - Hit 1667 - Kontributor: Agromania

    *SNI_Agar Produk Agro Anda Laku*Komoditi Tanaman Pangan yang Cocok Dikembangkan di Daerah; *Masa Panen Buah di Berbagai Derah di Indonesia; *Peluang Investasi di Berbagai Daerah di Indonesia; *Ternak yang Cocok Dikembangkan di Daerah; *Peluang Wirausaha Ternak Domba;*Peraturan Impor Buah;*Undang2 Perikanan;*Undang2 Perkebunan;*Undang2 Peternakan;*Revitalisasi Pertanian Melalui ...

  • Profil Sukses Pebisnis Agrosukses (001)

    Posting: Kamis, 6 Juni 2013 - Hit 14926 - Kontributor:

    Profil Sukses: Muhammad AbdullahEmail: xxxtact@anexaplastik.comTelp/Fax: 085327479xxxHP/Ponsel: 085327479xxxAlamat Lengkap: YogyakartaWebsite (bila ada): http://karungplastikxxxBidang Bisnis: LainnyaKomoditi/Produk Bisnis: Karung plastikArang Batok Kelapa, Arang KayuStatus Bisnis: Penjual & PembeliNama Perusahaan (bila ada):Jabatan (bila ada):Alamat Kerja/Kantor: YogyakartaProfil Sukses: ...

  • Daftar Anggota & Bisnis Terbaru (003)

    Posting: Senin, 9 April 2018 - Hit 18126 - Kontributor: Agrosukses

    ID Anggota: 0003317Alamat Lengkap: Jln. Lintas Pantai Lakey Desa Kareke Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu-NTB, Dompu, Nusa Tenggara BaratBidang Bisnis: Madu Gunung Tambora, Kedelai, Jagung, Kacang Hijau, rempah-rempah, dllWeb Profil: www.agrosukses.com/id.3317Komoditi Bisnis: PertanianUraian Usaha: saya bergerak dibidang jual beli hasil bumi ID Anggota: 0003316Alamat Lengkap: Kedoya raya. Gh ...

  • UNDANGAN: Seminar Nasional Ikan Sidat

    Posting: Kamis, 26 Februari 2015 - Hit 17187 - Kontributor: Agromania

    Seminar Nasional Ikan SidatLangkah Jitu Keberhasilan Budidaya, Pemasaran, dan Pengolahan Ikan SidatLATAR BELAKANGKapasitas produksi ikan sidat (anguilla spp) di Indonesia diproyeksi mencapai 12.000 ton, namun realisasi produksinya tercatat hanya sebesar 500 ton atau sekitar 4% dari total kapasitas itu. Padahal, permintaan terus mengalir dari Jepang, Korea, Taiwan, Australia dan Amerika. Pusat ...