;
 
 
  home » artikel » Hitung-hitungan Bisnis Telur Puyuh

Hitung-hitungan Bisnis Telur Puyuh

Posting: Senin, 26 Mei 2014 - Hit 21069 - Kontributor: Agromania

Hitung-hitungan Bisnis Telur Puyuh

Hitung-hitungan Bisnis Telur Puyuh

Permintaan telur burung puyuh terus menanjak dari hari ke hari. Satu peternak bisa kebanjiran pesanan hingga 8.000 telur per hari. Itu belum termasuk permintaan bibit dan daging burung puyuh. Omzet minimal Rp 10 juta per bulan.

Telur burung puyuh menjadi kudapan primadona bagi sebagian orang. Permintaan telur binatang bernama Latin Coturnix japonica ini terus meningkat dari hari ke hari.

Akibat permintaan yang terus bertambah, Soediyono Soediro, peternak burung puyuh di Sukabumi, Jawa Barat, mengatakan, dirinya tidak pernah memiliki stok telur puyuh. Ibarat gorengan, masih di wajan sudah ada yang pesan, katanya.

Soediyono menjalani bisnis peternakan burung puyuh sejak 10 tahun lalu. Peternakan miliknya yang diberi label Campur Sari Farm memiliki sekitar 2.500 burung puyuh dengan produktivitas mencapai sekitar 80%. Total produksi telur per hari mencapai maksimal 2.000 butir.

Ia lebih banyak menjual ke pedagang eceran. Pedagang grosir tidak terlalu banyak, ujar Soediyono. Menurutnya, pedagang grosir selalu membeli dalam jumlah banyak dan memiliki kontrak yang harus dipenuhi. Karena masalah modal, ia belum bisa mengembangkan peternakan miliknya.

Soediyono menjual telur puyuh matang seharga Rp 220 per butir. Harganya lebih mahal karena memiliki kualitas yang bagus. Contoh, ukuran telurnya yang lebih besar.

Kalau telur puyuh produksi peternakan lain berisi lebih dari 100 butir per kilogram, telur produksi peternakan Soediyono hanya berisi sekitar 90 butir. Harganya tergolong stabil. Kenaikan harga terutama jika harga pakan naik, katanya.

Saban hari, setiap ekor burung puyuh memerlukan 20 gram pakan. Itu sebabnya, per bulan, Soediyono sedikitnya membutuhkan pakan hingga 1,5 ton. Dengan harga Rp 450 per kg, ia perlu Rp 675.000 untuk biaya pakan.

Hadi Santoso, peternak burung puyuh di Jombang, Jawa Timur juga kebanjiran pesanan. Sehari rata-rata ia menerima pesanan telur puyuh sekitar 3.000 butir. Kalau sedang ramai bisa mencapai 8.000 butir.

Biasanya, permintaan banyak datang dari pedagang telur. Sisanya dari konsumen rumah tangga. Tapi, Konsumen rumah tangga tidak banyak, ungkap Hadi yang memulai usaha sejak 1997.

Lantaran peternakannya hanya punya sekitar 1.000 burung puyuh, tentu Hadi tidak sanggup memenuhi permintaan tersebut. Karena itu, dia membeli telur-telur puyuh dari peternak lain.

Harga telur puyuh yang sudah matang dibanderol dengan harga Rp 170 per butir. Dalam sebulan, Hadi bisa menangguk pendapatan minimal Rp 10 juta. Saatmemulai bisnis ini, waktu itu saya berusia 19 tahun dan hanya dengan modal Rp 2 juta, ujar dia.

Selain menjual telur puyuh, Soediyono juga menjual bibit dan daging puyuh. Tapi, ia tidak melego burung puyuh yang baru berusia sehari. Jika sudah berumur satu bulan, Soediyono baru melepas seharga Rp 9.500 per ekor.

Ia beralasan, pembeli bibit burung puyuh paling banyak adalah peternak pemula, sehingga akan kesulitan memelihara di bulan pertama kalau bibitnya baru berusia satu hari. Risiko kematian saat masih kecil cukup besar. Dalam dua pekan, bibit-bibit buruh puyuh akan mulai bertelur, ujarnya.

Meski begitu, Soediyono tidak sembarangan menjual bibit burung puyuh. Dalam tempo sebulan, ia hanya menjual dua kali bibit burung yang dalam bahasa Jawa disebut gemak itu, dengan sekali angkat sekitar 500 ekor.

Jika bermaksud mengambil dagingnya, Soediyono biasanya menjual burung puyuh jantan. Bisa juga betina afkir atau betina yang berumur lebih dari dua tahun dan sudah tidak produktif bertelur lagi.

Kalau ada yang ingin beternak burung puyuh, Hadi menyarankan, para peternak pemula memilih lokasi kandang yang pas. Tempat yang paling bagus adalah yang aman dan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Selain membuat ternak lebih nyaman, juga bisa menumbuhkan tingkat produktivitas ternak dalam bertelur. (bn/kisahsukses)

SUMBER: ciputraentrepreneurship.com

Artikel & Berita Lainnya (Random)
  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (003)

    Posting: Minggu, 7 Agustus 2016 - Hit 15498 - Kontributor: Agrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli SapiID Anggota: 0002583 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2583 Pembeli Bebek, Singkong, Daun SingkongID Anggota: 0002582 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2582 Pembeli Jahe, Pepaya, Bengkoang, UmbiID Anggota: 0002578 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2578 Pembeli KelapaID Anggota: 0002576 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2576 Pembeli Kencur. Jahe dllID Anggota: ...

  • Peluang Budidaya Petai

    Posting: Rabu, 5 Juni 2013 - Hit 18276 - Kontributor:

    Di sebuah pasar swalayan di Negeri Belanda, para perantau bisa menemukan petai dalam kaleng. Petai itu bukan berasal dari Indonesia, negeri bekas jajahan mereka, melainkan dari Thailand, negeri yang tidak pernah dijajah.Kadang-kadang di Belanda bisa pula dijumpai petai segar kupas dalam wadah stereofoam, atau petai yang masih utuh belum dikupas, yang harganya lebih tinggi dibanding petai dalam ...

  • SOLUSI AGROSUKSES: Tanah Tidak Subur

    Posting: Jumat, 9 Januari 2015 - Hit 6080 - Kontributor:

    Saya mempunyai tanah seluas 3.000 m2, berlokasi di Parung, Bogor. Namun, sebagian besar hanya bisa ditanam singkong dan hasilnya pun ada rasa pahitnya. Jika ditanam tanaman buah, hasilnya tidak memuaskan. Tanaman sulit tumbuh dan kurang sehat.Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya kemukakan :Bagaimana cara mengembalikan kesuburannya?Bagaimana memupuk tanaman buah yang sudah besar?Bagaimana ...

  • Kiat Jitu Berbudidaya Bekicot

    Posting: Senin, 26 Mei 2014 - Hit 6754 - Kontributor: Agromania

    Budidaya bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara mudah, baik besarnya maupun usianya. Dengan demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya ...

  • Daftar Pembeli (Rutin & Kontinyu) (001)

    Posting: Selasa, 2 Agustus 2016 - Hit 9958 - Kontributor: AGrosukses Business Club (ABC)

    Pembeli KelapaID Anggota: 0002819 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2819 Pembeli Kepala Udang, Kulit Udang, Kulit Rajungan, Rumput LautID Anggota: 0002811 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2811 Pembeli AyamID Anggota: 0002788 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2788 Pembeli Kelapa, Cengkeh, Pala, Ikan Teri DllID Anggota: 0002787 Website Profil: www.agrosukses.com/id.2787 Pembeli ...

  • Agar Komoditi/Produk Anda Laris Manis

    Posting: Rabu, 1 Februari 2017 - Hit 18276 - Kontributor: Agroindo

    Agar komoditi & produk agrobisnis Anda (pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, agroindustri) laris dijual di pasar lokal bahkan internasional, ada syarat-syarat tertentu yang harus Anda penuhi. Syarat-syarat tersebut mencakup persyaratan mutu, cara-cara pengemasan, pemberian label, sistem penyimpanan, dan lain-lain. Sudahkah Anda lakukan dengan benar? Ebook yang dibuat berdasarkan SNI ...

  • Meraup Milyaran Rupiah dari Bisnis Minyak Atsiri

    Posting: Jumat, 17 Oktober 2014 - Hit 55500 - Kontributor:

    Di usianya yang baru 23 tahun, mahasiswa sebuah universitas negeri di Yogjakarta ini kini sudah menjadi pengusaha sukses beromzet miliiaran rupiah. Namun untuk mendapatkan semua itu memerlukan perjuangan penuh liku. Berikut wawancara NOVA dengan pemuda asal Desa Ngargosari, Kec. Sukorejo, Kab. Kendal (Jateng).Omzet usaha minyak asiri milik Anda kini mencapai Rp2 miliar per tahun. Kok, bisa di ...

  • Kayumanis yang Diminati Pembeli

    Posting: Selasa, 27 Januari 2015 - Hit 16884 - Kontributor: Agromania

    Di antara kelompok pembeli kayumanis, Amerika Serikat paling cerewet menerapkan aturan soal standar mutu. Negeri Paman Sam mensaratkan beberapa kriteria seperti: bersih dari kotoran dan jamur, kulit kuning kecokelatan, berkadar air maksimal 14%, dan memiliki kandungan minyak 1,5-2,75%.Keinginan mereka wajar. Sebab kayumanis itu akan dipakai untuk bahan campuran makanan, minuman dan bahan baku ...

  • Pengolahan Jahe Emprit

    Posting: Selasa, 23 Juli 2013 - Hit 16098 - Kontributor:

    Produksi jahe emprit tahun 2008 melebihi kapasitas permintaan. Akibatnya, di beberapa kawasan di Lampung, komoditas petani ini tidak terpasarkan. Petani tertarik menanam jahe emprit, dengan harapan harga jualnya bisa lebih tinggi dibanding jahe gajah. Mereka tidak tahu bahwa pasar jahe emprit segar sangat terbatas.Meskipun harganya lebih murah, pasar jahe gajah segar hampir tanpa batas, terutama ...

  • Rupiah Melempem, Harga Buah Impor Melonjak

    Posting: Kamis, 12 Desember 2013 - Hit 5312 - Kontributor: Agromania

    Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, ternyata membawa dampak kenaikan harga yang cukup signifikan bagi sejumlah barang komoditas. Salah satunya terjadi pada harga buah impor di DIY yang melonjak di atas 40 persen.Pemilik Toko Mutiara Buah, Makin mengatakan harga buah-buahan impor kecuali dari Cina mengalami lonjakan harga yang cukup drastis hingga 40 persen akibat ...